Sabtu, 30 Januari 2016

skripsi: Keefektifan Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Picture and Picture (PP) Di Kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala’’.






PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Peradaban suatu bangsa yang maju ditandai oleh pendidikan yang maju pula. Namun, orientasi pendidikan di Indonesia cenderung mengoptimalkan satu atau dua kecerdasan saja(matematika dan linguistik). Fokusnya lebih pada otak sebelah kiri yang bertanggung jawab atas kompetensi numerik dan bahasa, itu saja masih belum optimal. Penghargaan pun  masih terpaku untuk dua kecerdasan itu saja. Tapi ironisnya, dalam perkembangannya, salah satu dari kedua  kecerdasan itu malah banyak menimbulkan masalah dan perlu mendapat perhatian serius dari para ahli dan pendidik.
Berdasarkan dari hasil penelitian di Indonesia, ditemukan bahwa tingkat penguasaan peserta didik dalam matematika pada semua jenjang pendidikan masih sekitar 34%. Ini sangat memprihatinkan. Anggapan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar, matematika masih merupakan mata pelajaran sulit, membingungkan bahkan sangat ditakuti oleh sebagian besar pelajar.Tahun 2000 lalu, International Association of Educational Evaluation in Achievement (IEA) menerbitkan hasil survei prestasi belajar matematika siswa di 42 negara. Indonesia masuk dalam urutan ke-40 untuk prestasi belajar matematika. Ini menunjukkan bahwa mutu pendidikan kita memang sangat mengkhawatirkan ( kompas, 2001).
1
Matematika oleh sebagian besar siswa masih dianggap sebagai momok penuh dengan lambang-lambang, rumus-rumus yang sulit dan sangat membingungkan. Matematika merupakan subjek yang sangat penting dalam sistem pendidikan di seluruh dunia. Secara umum, tujuan diberikannya metematika di sekolah adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar bisa menghadapi perubahan kehidupan dan dunia yang selalu berkembang dan sarat perubahan, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran yang logis, rasional dan kritis. Juga untuk mempersiapkan siswa agar dapat bermatematika dalam kehidupan sehari-hari, mempelajari ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS).
Karena pentingnya matematika untuk dipelajari, penulis mencoba menghadirkan nuansa baru dalam praktik pembelajaran matematika, yakni dengan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture (PP).
Picture and Picture adalah model pembelajaran yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis.Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar- gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran, sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu maupun dalam bentuk carta dalam ukuran besar. Kelebihan dari model ini yaitu melatih siswa berpikir logis dan sistematis, pembelajaran lebih menyenangkan bagi siswa, serta guru dapat mengetahui kemampuan masing-masing murid. Selama ini hanya guru sebagai aktor dan seolah-olah gurulah satu-satunya sumber belajar.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul“Keefektifan Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Picture and Picture (PP) Di Kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala’’.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1.      Seberapa besar hasil belajar matematika siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar dengan menggunakan model Picture and Picture (PP)?
2.      Bagaimanakah aktivitas siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar dengan menggunakan model Picture and Picture (PP)?
3.      Bagaimanakah respon siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar dengan menggunakan model Picture and Picture (PP)?
4.      Apakah model Picture and Picture (PP) efektif diterapkan pada mata pelajaran matematika siswa kelas VIII1SMP Muhammadiyah 3 Bontoala?
C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah:
1.      Untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar matematika siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).
2.      Untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).
3.      Untuk mengetahui bagaimana respon siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).
4.      Untuk mengetahui apakah model Picture and Picture (PP) efektif diterapkan pada mata pelajaran matematika siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.

D.    Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :
1.      Bagi Guru
Melalui model pembelajaran yang diterapkan, guru diharapkan memperoleh masukan tentang suatu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan aktifitas belajar matematika sehingga bermanfaat untuk perbaikan dan peningkatan mutu mengajarnya.
2.      Bagi Siswa
Melalui model pembelajaran yang diterapkan, siswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam merumuskan masalah matematika, dan siswa akan lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran.


3.      Bagi Sekolah
Dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan masukan yang sangat berharga dalam rangka peningkatan aktifitas belajar matematika  pada siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
4.      Bagi Peneliti
Merupakan bahan pembelajaran untuk bekal kedepan sebagai calon pendidik dalam memperbaiki hasil belajar matematika.
















BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

A.    Kajian Pustaka
1.  Pengertian belajar
Pengertian belajar sudah banyak dikemukakan oleh para ahli pendidikan. Anthony Robbins (Trianto, 2009:15) mendefinisikan belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara sesuatu (pengetahuan) yang sudah dipahami dan sesuatu (pengetahuan) yang baru. Dari definisi ini dimensi belajar memuat beberapa unsur, yaitu: penciptaan hubungan, sesuatu hal (pengetahuan) yang sudah dipahami, dan sesuatu (pengetahuan) yang baru.
Thursan Hakim (Hamdani, 2010: 21) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian manusia, dan perubahan  tersebut ditampakan dalam bentuk peningkatan kualitas, dan kuantitas tingkah laku, seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, dan daya pikir.
Cronbach (Riyanto, 2010: 5) menyatakan bahwa“Learning is shown by a change in behavior as a result of experience (belajar itu merupakan perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman)’’. Menurut Cronbach bahwa belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami sesuatu yaitu menggunakan pancaindra.
6
6
Dari pengertian belajar yang dikemukakan oleh para ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah merupakan kegiatan atau proses yang dilakukan secara sadar untuk memperoleh perubahan tingkah laku. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dengan berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilan, kecakapan dan kemampuannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu.
2.    Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang bersifat menetap. Dalam kegiatan belajar yang terprogram dan terkontrol yang disebut kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, tujuan belajar telah ditetapkan lebih dahulu oleh guru.
Bloom (Suprijono, 2009: 6) mengemukakan bahwa hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif meliputi pengetahuan dan pemahaman. Domain afektif meliputi sikap. Domain psikomotorik meliputi kecakapan dan sikap. 
Hasil belajar juga dipengaruhi oleh intelegensi dan penguasaan awal anak tentang materi yang akan dipelajari. Ini berarti bahwa guru perlu menetapkan tujuan belajar sesuai dengan kapasitas intelegensi anak dan pencapaian tujuan belajar perlu menggunakan bahan apersepsi, yaitu bahan yang telah dikuasai anak sebagai batu loncatan untuk menguasai bahan pelajaran baru. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh adanya kesempatan yang diberikan kepada anak.


3.       Keefektifan Pembelajaran
Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar (Trianto, 2009: 20). Menurut Tim Pembina Mata Kuliah Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya (1988) dalam Lince (2001), bahwa efesisensi dan keefektifan mengajar dalam proses interaksi belajar yang baik adalah segala daya upaya guru untuk membantu para siswa agar bisa belajar dengan baik. Untuk mengetahui keefektifan mengajar, dengan memberikan tes, sebab hasil tes dapat dipakai untuk mengevaluasi berbagai aspek proses pengajaran.
Efektivitas dalam pembelajaran harus ditingkatkan demi meningkatkan tujuan pendidikan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektifitas belajar dalam rangka mencapai ketuntasan belajar, seorang guru harus pandai dalam memilih metode yang digunakan.
Indikator keefektifan dari penelitian ini adalah:
1.      Hasil belajar siswa, diukur dengan tes hasil belajar
Hasil belajar yang diperoleh siswa dalam belajar matematika dengan menggunakan model picture and picture( PP ). Hasil ini tercermin dari skor yang diperoleh siswa dengan menjawab soal- soal pretest dan posttest.
2.      Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran, diukur dengan observasi.
Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran diukur dari hasil observasi selama pengajaran menggunakan model picture and picture (PP).


3.      Kemanpuan guru dalam mengelola pembelajaran
Kemampuan guru dalam mrngelola pembelajaran diukur dengan lembar observasi aktivitas guru selama pengajaran berlangsung.
4.      Respon siswa terhadap pembelajaran, diukur dengan angket.
Respon siswa terhadap pembelajaran diukur dengan pemberian angket untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model picture and picture ( PP ).
4.    Model  Picture and Picture (PP)
Picture and picture adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah model pembelajaran Picture and Picture :
1.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran.
Di langkah ini guru diharapkan untuk menyampaikan apakah yang menjadi kompetensi dasar mata pelajaran yang bersangkutan.Dengan demikian maka murid dapat mengukur sampai sejauh mana yang harus dikuasainya. Di samping itu, yang harus menyampaikan indikator-indikator ketercapaian kompetensi dasar.Sehingga sampai di mana KKM yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh KD.
2.      Menyajikan materi sebagai pengantar
Penyajian materi sebagai pengantar sesuatu yang sangat penting. Dari sini guru memberikan momentum permulaan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses pembelajaran dapat dimulai dari sini karena guru dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian murid yang selama ini belum siap. Dengan Motivasi dan tehnik yang baik dalam pemberian materi akan menarik minat murid untuk belajar lebih jauh tentang materi yang dipelajari.
3.      Guru menunjukan/ memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
Dalam proses penyajian materi, guru mengajar murid untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukkan oleh guru atau temannya. Ingatlah bahwa jika dapat divisualkan kenapa harus pakai kata-kata. Dengan picture atau gambar kita akan menghemat energi kita dan murid akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan.
4.      Guru menunjuk atau memanggil siswa secara bergantian untuk memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
Di langkah ini guru harus dapat melakukan inovasi karena pertunjukan secara langsung kadang kurang efektif dan murid merasa terhukum, salah satu cara adalah dengan undian sehingga murid merasa harus menjalankan tugas yang harus diberikan. Gambar-gambar yangsudah ada diminta oleh murid untuk diurutkan, dibuat atau dimodifikasi, jika penyusunan bagaimana susunannya, jika melengkapi gambar mana gambar atau bentuknya, panjangnya, tingginya,dan  sudutnya.
5.      Guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
Guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Setelah itu, ajaklah murid menemukan rumus, jalan cerita atau tuntutan kompetensi dasar dengan indikator yang akan dicapai. Ajaklah sebanyak-banyaknya peran serta dan teman yang lain untuk membantu sehingga proses diskusi dalam proses belajar mengajar semakin menarik.
6.      Dari alasan atau urutan gambar tersebut, guru menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Dalam proses diskusi dan pembacaan gambar ini guru harus memberikan penekanan-penekanan. Padahal ini dicapai dengan meminta murid lain untuk mengulangi, menuliskan atau bentuk lain dengan tujuan murid mengetahui bahwa hal tersebut penting dalam pencapaian kompetensi dasar dan indikator yang telah ditetapkan.
7.      Kesimpulan/rangkuman
Kebaikan Model Picture and Picture
a.       Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing murid
b.      Melatih berpikir logis dan sistematis

Kekurangan Model Picture and Picture
a.       Memakan banyak waktu
b.      Banyak murid yang pasif
B.     LINGKARAN
a.      Lingkaran dan Unsur-Unsurnya
1.      Pengertian lingkaran
Lingkaran adalah kurva tertutup sederhana yang merupakan  tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik tertentu. Titik tertentu tersebut dinamakan titik pusat lingkaran.
2.      Unsur-Unsur Lingkaran
Ada beberapa bagian lingkaran yang termasuk dalam unsur-unsur sebuah lingkaran di antaranya titik pusat, jari-jari, diameter, busur, tali busur, tembereng, juring, dan apotema. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian  dan gambar berikut.
Gambar 2.1 Lingkaran yang berpusat di titik O.
a.       Titik Pusat
Titik pusat lingkaran adalah titik yang terletak di tengah-tengah lingkaran.Pada Gambar 2.1, titik O merupakan titik pusat lingkaran.
b.      Jari-Jari (r)
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jari-jari lingkaran adalah garis dari titik pusat lingkaran ke lengkungan lingkaran.Pada Gambar 2.1, jari-jari lingkaran ditunjukkan oleh garis OA, OB, dan OC.
c.       Diameter (d)
Diameter adalah garis lurus yang menghubungkan dua titik pada lengkungan lingkaran dan melalui titik pusat.Garis AB pada lingkaran O merupakan diameter lingkaran tersebut. Perhatikan bahwa AB = AO + OB. Dengan kata lain, nilai diameter merupakan dua kali nilai jari-jarinya, ditulis bahwa d = 2r
d.      Busur
Dalam lingkaran, busur lingkaran merupakan garis lengkung yang terletak pada lengkungan lingkaran dan menghubungkan dua titik sebarang di lengkungan tersebut. Pada Gambar 2.1, garis lengkung AC (ditulis AC (), garis lengkung CB (ditulis CB ), dan garis lengkung AB (ditulis AB ) merupakan busur lingkaran O.
e.       Tali Busur
Tali busur lingkaran adalah garis lurus dalam lingkaran yang menghubungkan dua titik pada lengkungan lingkaran.Berbeda dengan diameter, tali busur tidak melalui titik pusat lingkaran O. Tali busur lingkaran tersebut ditunjukkan oleh garis lurus AC yang tidak melalui titik pusat pada Gambar 2.1.
f.       Tembereng
Tembereng adalah luas daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh busur dan tali busur. Pada Gambar 2.1, tembereng ditunjukkan oleh daerah yang diarsir dan dibatasi oleh busur AC dan tali busur AC.
g.      Juring
Juring lingkaran adalah luas daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari lingkaran dan sebuah busur yang diapit oleh kedua jari-jari lingkaran tersebut. Pada Gambar 2.1, juring lingkaran ditunjukkan oleh daerah yang diarsir yang dibatasi oleh jari-jari OC dan OB serta busur BC, dinamakan juring BOC.
h.      Apotema
Pada sebuah lingkaran, apotema merupakan garis yang menghubungkan titik pusat lingkaran dengan tali busur lingkaran. Garis yang dibentuk bersifat tegak lurus dengan tali busur.Coba perhatikan Gambar 2.1 secara seksama. Garis OE merupakan garis apotema pada lingkaran O.
b.      Keliling dan Luas Lingkaran
1)      Keliling lingkaran
Keliling lingkaran adalah panjang lengkungan pembentuk lingkaran. Bagaimana menghitung keliling lingkaran? Misalkan, diketahui sebuah lingkaran yang terbuat dari kawat. Keliling tersebut dapat dihitung dengan mengukur panjang kawat yang membentuk lingkaran tersebut.Selain dengan cara di atas, keliling sebuah lingkaran dapat juga ditentukan menggunakan rumus. Akan tetapi, rumus ini bergabung pada sebuah nilai, yaitu (dibaca phi). Nilai tersebut adalah 3,141592..... Inilah yang dimaksud dengan nilai (phi). Jika dibulatkan dengan pendekatan, diperoleh = 3,14. Oleh karena maka nilai juga dapat dinyatakan dengan = . Maka diketahui bahwa sehingga keliling lingkaran dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:
Dengan K =  keliling lingkaran,
= 3,14 atau
d = diameter lingkaran.
r= jari- jari
Oleh karena panjang diameter adalah dua kali panjang jari-jari maka K = .d   = (2 .r) sehingga  
2)      Luas Lingkaran
Luas lingkaran merupakan luas daerah yang dibatasi oleh keliling lingkaran. Coba kamu perhatikan Gambar 2.3. Daerah yang diarsir merupakan daerah lingkaran.
Gambar 2.3 lingkaran
Luas lingkaran dapat dihitung menggunakan rumus umum luas lingkaran. Perhatikan uraian berikut. Misalkan, diketahui sebuah lingkaran yang dibagi menjadi 16 buah juring yang sama bentuk dan ukurannya. Kemudian, salah satu juringnya dibagi dua lagi sama besar. Potongan-potongan tersebut disusun sedemikian sehingga membentuk persegi panjang. Coba kamu amati Gambar 2.4 berikut ini.
Gambar 2.4 lingkaran dan juring
Jika kamu amati dengan teliti, susunan potongan- potongan juring tersebut menyerupai persegi panjang dengan ukuran panjang mendekati setengah keliling lingkaran dan lebar r sehingga luas bangun tersebut adalah
Luas persegipanjang    = p × l
=   keliling lingkaran × r
=  × (2 r) × r
= ×
Karena r
                                                                       
Jadi, luas daerah lingkaran tersebut dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.
                                    L  atau
Contoh soal :
Sebuah lingkaran memiliki diameter 42 cm, tentukan:
a.       Jari- jari
b.      Luas lingkaran
Penyelesaian
Diketahui d = 42 cm
a.       Panjang jari-jari lingkaran adalah setengah kali panjang diameternya.
b.      Untuk mencari luas lingkaran:
            Jadi, luas lingkaran tersebut adalah 1386 cm2.
C.    Kerangka Pikir
Setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda dalam proses belajar mengajar dan hal ini yang menyebabkan tidak semua siswa mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu model pembelajaran yang dianggap efektif dapat digunakan dalam pembelajaran  matematika agar mencapai standar ketuntasan belajar yang telah ditetapkan.
Sebagaimana diketahui bahwa metode atau pendekatan pengajaran yang di gunakan oleh guru masih bersifat konvensional yakni dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori yang strategi mengajarnya lebih banyak diberikan melalui ceramah, sehingga siswa sulit untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya yang karena hanya akan terbatas pada apa yang diberikan oleh guru. Sehingga respons dan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran berkurang yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran yang dianggap bisa meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa. Salah satu model yang dapat digunakan yaitu model Picture and Picture (PP).
Picture and Picture (PP) diharapkan dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan respons, keaktifan dan hasil belajaranya. Karena pada model ini siswa menempati posisi yang sangat dominan dalam proses pembelajaran, dimana semua siswa diharuskan untuk selalu berusaha aktif dan saling membantu dalam memahami dan menguasai materi yang sedang diajarkan karena adanya sistem penilaian dari peningkatan individu yang menggunakan gambar- gambar.  Dengan demikian siswa dapat termotivasi untuk lebih aktif, kreatif dan mandiri dalam proses belajar mengajar.

D.    Hipotesis Penelitian
Berangkat dari kajian teori, maka hipotesis dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai ”model Picture and Picture (PP) efektif diterapkan  dalam pembelajaran Matematika siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala”.
Dalam pengujian statistik, hipotesis tersebut dirumuskan sebagai berikut :
H0 : µB =  0  lawan H1 : µB >  0
Keterangan:
: Parameter skor rata-rata hasil belajar sebelum (pretest) diterapkan model Picture and Picture (PP).
: Parameter skor rata-rata hasil belajar sesudah (posttest) diterapkan model Picture and Picture (PP).












BAB III
METODE PENELITIAN

A.      Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan melibatkan satu kelompok atau satu kelas yang dikenal dengan desain pra eksperimental. Dengan tujuan untuk mengetahui gambaran Keefektifan Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Picture and Picture (PP) di Kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala. Gambaran yang dimaksud adalah hasil belajar, aktivitas siswa, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan  respon siswa.
B.       Variabel dan Desain Penelitian
1.   Variable Penelitian
Variable yang diselidiki dalam penelitian, yaitu hasil belajar siswa, aktivitas siswa yang diharapkan, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).
2.   Desain Penelitian
Adapun jenis desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-posttest yang dikenal dengan desain pra eksperimental.

20
 

Untuk jenis Desain Pra Eksperimental dapat dibuat dalam diagram tersebut

Pratest
Variabel Terikat
Posttest

O1

X

O2

            Keterangan:

      X   : Perlakuan.

       O1 :Sebelum diberikan  perlakuan  tentang  model Picture and Picture (PP).

O2  : Setelah diberikan  perlakuan tentang model Picture and Picture (PP).

C.       Populasi dan Unit Eksperimen
a.      Populasi
Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Bontoala  pada tahun ajaran 2012/2013.
b.      Unit Eksperimen
Unit eksperimen penelitian ini adalah  siswa kelas VIII1 sebanyak 21 orang yang terdiri dari 10 orang   laki-laki dan 11 orang  perempuan.
D.      Definisi Operasional Variabel
Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa, aktivitas siswa, kemampuan guru mengelola pembelajaran, dan respons siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala  melalui model Picture and Picture (PP).
a.       Hasil Belajar Matematika
Hasil belajar matematika yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai akhir yang diperoleh setelah menjawab soal-soal tes hasil belajar yang diberikan sebelum mendapatkan pengajaran materi (pretest) dengan menggunakan model Picture and Picture (PP) dan setelah mendapatkan pengajaran materi (posttest) dengan menggunakan model Picture and Picture (PP) dalam jangka waktu tertentu pada siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
b.      Aktivitas siswa.
Yang dimaksud dengan aktivitas siswa adalah kegiatan siswa / proses aktif siswa dalam melakukan suatu kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model Picture and Picture (PP) dalam jangka waktu tertentu pada siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
c.       Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran
Kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran diukur dari lembar observasi untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran selama proses belajar mengajar berlangsung.
d.      Respons siswa
Respons siswa yang dimaksudkan adalah pendapat siswa terhadap pembelajaran matematika setelah mendapatkan pengajaran materi dengan menggunakan model Picture and Picture (PP) dalam jangka waktu tertentu pada siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
E.       Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian secara garis besar digunakan dalam dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan penelitian.

1.    Tahap Persiapan
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap persiapan ini adalah sebagai berikut:
a.         Menelaah materi yang akan diajarkan.
b.        Membuat rencana pembelajaranyang mencerminkan model Picture and Picture(PP).
c.         Membuat lembar observasi pengelolaan pembelajaran.
d.        Membuat lembar observasi siswa untuk melihat aktivitas siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung.
e.         Membuat angket respons siswa mengenai tanggapan siswa tentang kegiatan pembelajaran melalui model Picture and Picture (PP).
f.         Membuat tes hasil belajar dalam bentuk essay untuk melakukan evaluasi.
2.        Tahap Pelaksanaan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah menjelaskan materi sesuai rencana pelajaran. Adapun langkah-langkah yang dilakukan tahap ini sebagai berikut:
a.         Memberikan Pre-test diawal pembelajaran (pertemuan pertama).
b.        Menyampaikan  materi yang akan diajarkan.
c.         Menyiapkan lembar observasi pengelolaan pembelajaran.
d.        Memberikan lembar observasi siswa kepada observeruntuk melihat aktivitassiswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung.
e.         Memberikan angket respon siswa mengenai tanggapan siswa tentang kegiatan pembelajaran melalui model Picture and Picture (PP).
f.         Memberikan tes dalam bentuk essay untuk melakukan evaluasi.
3.        Tahap Akhir
Kegiatan yang dilakukan untuk tahap akhir adalah sebagai berikut:
a.         Mengolah data hasil penelitian.
b.        Menganalisis dan membahas data hasil penelitian.
c.         Menyimpulkan hasil penelitian.
F.   Instrumen Penelitian
Adapun instrumen penelitian yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
1.        Tes belajar Pretest diberikan kepada siswa sebelum diterapkan model Picture and Picture (PP), posttest diberikan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa setelah menerapkan model Picture and Picture (PP).
2.        Lembar Observasi digunakan untuk mengamati dan mencatat secara sistematis aktivitas belajar matematika siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
3.        Lembar observasi pengelolaan pembelajaran digunakan untuk mengamati kemampuanguru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).
4.        Angket respon siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang diberikan dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).


G. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1.      Tes hasil belajar
Soal test digunakan untuk mengetahui gambaran hasil belajar siswa sebelum diterapkan model (pretest) Picture and Picture (PP) dan setelah diterapkan model (posttest) Picture and Picture (PP).
2.      Teknik observasi
Teknik observasi digunakan untuk melihat keaktifan dan kehadiran siswa dalam proses pembelajaran serta untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran selama proses belajar mengajar berlangsung.
3.      Kuisioner/Angket
Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuisioner digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran matematika di kelas dengan model yang diterapkan.

H.  Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a.      Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan nilai hasil belajar matematika siswa, aktivitas siswa selama pembelajaran, kemampuan guru mengelolapembelajaran, serta respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).
1.    Hasil Belajar Matematika
Kriteria yang digunakan untuk menentukan hasil belajar matematika adalah menurut standar kategorisasi Departemen Pendidikan Nasional (Misnawati, 2012) yang dinyatakan dalam tabel berikut:
Tabel 3.1. Kategorisasi Standar Hasil Belajar Siswa
Interval
Kategori
0 – 54
55 - 64
65 - 79
80 - 89
90 – 100
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
      (Misnawati,  2012)
Hasil belajar matematika siswa juga diarahkan pada pencapaian hasil belajar secara individual dan klasikal. Kriteria seorang siswa dikatakan tuntas apabila memiliki nilai paling sedikit 65 dari skor ideal 100 sesuai dengan KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah, sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila minimal 80 %  siswa di kelas tersebut telah mencapai skor paling sedikit 65.


Tabel 3.2. Kategori Standar Ketuntasan  Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
Tingkat Penguasaan
Kategori Ketuntasan Belajar
0 65
Tidak tuntas
65 100
Tuntas

2.    Aktivitas siswa
Analisis data aktivitas dilakukan dengan menentukan frekuensi dan persentase frekuensi yang dipergunakan siswa dalam pembelajaran matematika dengan model Picture and Picture (PP).
Kriteria keberhasilan aktivitas siswa dalam penelitian ini adalah siswa dikatakan aktif apabila persentase frekuensi indikator aktivitas siswa yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan dari pertemuan I sampai dengan pertemuan III, dan aktivitas siswa yang tidak berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, menurun dari pertemuan I sampai dengan pertemuan III.
3.    Kemampuan guru mengelolah pembelajaran. 
Data tentang kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dianalisis dengan mencari rata-rata presentase tiap aspek dari beberapa pertemuan yang dilaksanakan. Pengelolahan pembelajaran dikatakan efektif bila kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran telah mencapai kriteria baik.


4.    Respon siswa
Data tentang respon siswa diperoleh dari angket respon siswa terhadap pelaksanaan model Picture and Picture (PP) dan selanjutnya dianalisis dengan mencari presentase jawaban siswa untuk tiap-tiap pertanyaan dalam angket. Respon siswa dianalisis dengan melihat presentase dari respon siswa.
b.      Analisis Statistik Inferensial
Analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t. Namun sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas.
1.      Uji Normalitas
Uji normalitas merupakan langkah awal dalam menganalisis data secara spesifik. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan taraf signifikansi 5 % atau 0,05, dengan syarat:
                        Jika Pvalue  0,05 maka distribusinya adalah normal
                        Jika Pvalue <  0,05 maka distribusinya adalah tidak normal
2.      Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk menyelidiki variansi kedua sampel sama atau tidak. Data hasil belajar matematika  yang diperoleh dikatakan homogeny  jika Pvalue  > .


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.      Hasil Penelitian
1.      Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Hasil penelitian ini menunjukan deskripsi tentang efektivitas model pembelajaran Picture and Picture (PP) dalam pembelajaran matematika yang meliputi (1) hasil belajar matematika (2) aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran (3) kemampuan guru mengelola pembelajaran dan (4) respon siswa tehadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Picture and Picture (PP).
a. Tingkat Hasil Belajar Matematika Siswa
 Dari hasil analisis deskriptif sebagaimana yang terlampir dalam lampiran D, maka statistik skor hasil belajar siswa pada kelas VIII1 sebelum dan sesudah  diterapkan model pembelajaran Picture and Picture (PP) adalah sebagai berikut:
      i.     Pretest 
Tabel 4.1 Deskripsi Skor Hasil Belajar Matematika sebelum diterapkan  Model Picture and Picture (PP)

Statistik
Nilai Statistik
Pretes
Ukuran Sampel
21
Skor Ideal
100
Modus
55
Median
50,00
Rentang Skor
78
29
Nilai Terendah
17
Nilai Tertinggi
90
Nilai Rata-Rata
50,10
Deviasi Standar
16,377
Koefisien Variasi
32.68
            Berdasarkan Tabel 4.1 diperoleh informasi bahwa hasil belajar dari 21 siswa memiliki skor rata-rata 50,10 dari skor ideal 100. Menurut kategori skor hasil belajar pada Bab III, skor rata-rata ini termasuk dalam kualifikasi sangat rendah. Nilai modus sebesar 55 menunjukkan bahwa skor ini merupakan skor dengan frekuensi terbanyak yaitu 5 orang siswa. Nilai median sebesar 50,00 memberikan indikasi bahwa 11 orang siswa atau 52,38% siswa memperoleh skor hasil belajar sangat rendah, 7 orang siswa atau 33,33% siswa memperoleh skor hasil belajar rendah, dan 2 orang siswa atau 9,52% siswa memperoleh skor hasil belajar sedang. Adapun ukuran dispusi yang meliputi deviasi standar, koefisien variasi dan rentang skor yang relatif sangat rendah menunjukkan bahwa penyebaran skor hasil belajar siswa tidak terlalu jauh dari skor rata-rata. Dengan perkataan lain penyebaran skor hasil belajar siswa cenderung bersifat homogen dengan skor terendah 17 (kategori sangat rendah) dan skor tertinggi adalah 90 (kategori sangat tinggi).
    ii.     Post-test
Tabel 4.2 Deskripsi Skor Hasil Belajar Matematika setelah diterapkan  Model Picture and Picture (PP)

Statistik
Nilai Statistik
Pretes
Ukuran Sampel
21
Skor Ideal
100
Modus
85
Median
80,00
Rentang Skor
45
Nilai Terendah
50
Nilai Tertinggi
95
Nilai Rata-Rata
77,14
Deviasi Standar
11,892
Koefisien Variasi
15,41
Berdasarkan Tabel 4.2 diperoleh informasi bahwa hasil belajar dari 21 siswa memiliki skor rata-rata 77,14 dari skor ideal 100. Menurut kategori skor hasil belajar pada Bab III, skor rata-rata ini termasuk dalam kualifikasi sedang,  Nilai modus sebesar 85 menunjukkan bahwa skor ini merupakan skor dengan frekuensi terbanyak yaitu 6 orang siswa. Nilai median sebesar 80,00 memberikan indikasi bahwa 1 orang siswa atau 4,76% siswa memperoleh skor hasil belajar sangat rendah, 2 orang siswa atau 9,52% siswa memperoleh skor hasil belajar rendah, dan 6 orang siswa atau 28,57% siswa memperoleh skor hasil belajar sedang. Adapun ukuran dispusi yang meliputi deviasi standar, koefisien variasi dan rentang skor yang relatif sangat rendah menunjukkan bahwa penyebaran skor hasil belajar siswa tidak terlalu jauh dari skor rata-rata. Dengan perkataan lain penyebaran skor hasil belajar siswa cenderung bersifat homogen dengan skor terendah 50 (kategori sangat rendah) dan skor tertinggi adalah 95 (kategori sangat tinggi).
Berdasarkan hasil di atas maka dapat diketahui terjadi peningkatan hasil belajar siswa dan peningkatan signifikan. Nilai minimum pada pretest yaitu 17, setelah dilakukan post-test meningkat menjadi 50. Nilai maksimum pada pretest yaitu 90 setelah dilakukan post-test meningkat menjadi 95. Nilai rata-rata hasil belajar pada pretest yaitu 50,10 setelah dilakukan posttest meningkat menjadi 77,14.
Jika hasil belajar matematika siswa dikelompokkan ke dalam 5 kategori maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase berikut.
Tabel 4.3 Distribusi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa     sebelum dan sesudah diterapkan  Model Pembelajaran Picture and Picture (PP)

No

Skor

Kategori
Frekuensi
Persentase
Pretes
Posttes
Pretes
Posttes
1.
2.
3.
4.
5.
0-54
55-64
65- 79
80- 89
90-100
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
11
7
2
0
1
1
2
6
9
3
52,38%
33,33%
9,52%
0%
4,76%
4,76%
9,52%
28,57%
42,85 %
14,28%

Berdasarkan pada tabel 4.2 maka dapat diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VIII1 sebelum dan sesudah diterapkan Model Picture and Picture (PP).
a)        Pretes
Setelah pretest terdapat 11 siswa atau (52,38 %) berada  pada kategori sangat rendah, untuk kategori rendah terdapat 7 siswa atau (33,33 %), untuk kategori sedang terdapat2  siswa atau (9,52 %), untuk kategori tinggi terdapat 0 siswa atau (0 %), dan untuk kategori sangat tinggi terdapat 1 atau (4,76 %).
Persentase skor hasil belajar matematika siswa VIII1 sebelum diterapkan  model Picture and Picture (PP) atau Pretes dapat diamati dalam gambar histogram seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.1 halaman berikut:
Gambar 4.1 Histogram hasil pretest
b)        Post-test
Setelah post-test terdapat 1 siswa atau (4,76 %) berada  pada kategori sangat rendah, untuk kategori rendah terdapat2 siswa atau (9,52 %), untuk kategori sedang terdapat  6 siswa atau (28,57 %), untuk kategori tinggi terdapat 9 siswa atau (42,85 %), dan untuk kategori sangat tinggi terdapat 3 siswa  atau (14,28 %).
Persentase skor hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan  Model Pembelajaran Picture and Picture (PP) atau Posttes dapat diamati dalam gambar histogram seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.2 halaman berikut:
Gambar 4.2 Histogram hasil posttes
Berdasarkan tabel 4.1 dan 4.2 dapat digambarkan bahwa dari 21 orang siswa kelas VIII1SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang dijadikan unit eksperimen penelitian pada umumnya memiliki tingkat hasil pretes belajar matematika dalam kategori sangat rendah 50,10 dari skor ideal 100,00 dan tingkat hasil posttes hasil belajar matematika dalam kategori sedang 77,14 dari skor ideal 100,00.
b.      Aktivitas Siswa
Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa pada kelas VIII1 melalui model pembelajaran Picture and Picture (PP) selama pembelajaran diperoleh data sebagai berikut.
a)      Pada pertemuan II dan  III kategori (1) rata- rata persentase aktivitas siswa sebesar 92,85 %, sedangkan pada pertemuan IV  presentase  aktivitas menurun menjadi 85,71 %.
b)   Persentase aktivitas siswa pada pertemuan III dan IV kategori (2) sebesar 83,33 %.
c)    Pada pertemuan IV kategori (3) menurun menjadi 33,33 %,
Untuk selengkapnya perkembangan aktivitas siswa pada pembelajaran Picture and Picture (PP) kategori (4, 5, 6, 7, dan 8) dapat dilihat pada lampiran D.
c.       Aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran
            Berdasarkan hasi lobservasi aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran pada kelas VIII1 melalui model Picture and Picture (PP ) selama pertemuan  diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.4 Hasil Analisis data observasi aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran
Aspek yang Diamati
Pertemuan


II
III
IV

Y
T
Y
T
Y
T

  1. KEGIATAN AWAL



                    Fase 1 :Menyampaikan Tujuan danMemotivasi Siswa

a.    Guru membuka pelajaran dengan memberi salam dan mengecek kehadiran siswa.







b.    Guru menyampaikan kompetensi yang ingin di capai.



c.    Guru memberi memotivasi  kepada siswa dalam mengikuti pembelajaran.










                    2. KEGIATAN INTI


                    Fase 2 : Menyajikan Informasi


a.    Guru memberikan penjelasan tentang materi yang diajarkan
secara ringkas.








b.    Guru memperlihatkan gambar- gambar yang berkaitan dengan materi.







c.    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal- hal yang belum jelas diketahuinya.







Fase 3 : Evaluasi


a.    Guru mengevaluasi hasil belajar tantang materi yang telah dipelajari oleh masing-masing siswa







1.    KEGIATAN AKHIR



a.    Gurumembimbing siswa membuat kesimpulan.





b.    Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuaan berikutnya










c.    Guru menutup pertemuan dengan salam.




Jumlah

7
3
8
2
10
-

Persentase

70 %
30 %
80 %
20 %
100 %
-












Berdasarkan Tabel 4.4 terlihat bahwa hasil analisis data observasi aktivitas guru dalam mengelolah pembelajaran pada pertemuan II persentase aktivitas guru sebesar 70 %, persentase aktivitas guru pada pertemuan III 80 % mengalami peningkatan 10 %, pada pertemuan IV menjadi 100 %, meningkat 20 %, terlihat bahwa aktivitas guru pada setiap pembelajaran mengalami peningkatan.
d.      Respon siswa
Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data respon siswa adalah angket respon siswa. Hasil analisis data respons siswa terhadap pelaksanaan Model Picture and Picture (PP) yang diisi oleh 21 siswa secara singkat ditunjukkan sebagai berikut.
Tabel 4.5   Hasil Analisis Data Respon Siswa Terhadap Pelaksanaan Model Picture and Picture (PP)

No

Aspek yang Direspon
Frekuensi
Presentase (%)
Positif (Ya)
Negatif (Tidak)
Positif (Ya)
Negatif (Tidak)
1.
Apakah kamu senang belajar  matematika?
19
2
90,47
9,52

2.
Apakah pembelajaran dengan model pembelajaran Picture and Picture (PP)  membuat anda menjadi siswa yang aktif?
19
2
90.47
9,52
3.
Apakah pembelajaran dengan model pembelajaran Picture and Picture (PP)  merupakan hal yang baru dialami?
11
10
52,38
47,61
4.
Apakah kamu senang dengan cara guru menyajikan pelajaran dengan pembelajaran Picture and Picture (PP)?
20
1
95,23
4,76
5.
Setujukah kamu jika pada pembelajaran berikutnya guru menerapkan model pembelajaran Picture and Picture (PP)?
21
0
100
0
6.
Apakah kamu merasakan ada kemajuan setelah pembelajaran Picture and Picture (PP) diterapkan?
18
3
85,71
14,28
Berdasarkan Tabel 4.5, terlihat bahwa hasil analisis data respon siswa terhadap pelaksanaan model Picture and Picture (PP) dalam pembelajaran Lingkaran menunjukkan bahwa rata-rata 90,47% siswa senang belajar matematika, demikian pula rata-rata 90,47% siswa dengan model Picture and Picture (PP) membuat anda menjadi siswa yang aktif. Terdapat 52,38 % siswa dengan model Picture and Picture (PP) merupakan hal yang baru dialami, 95,23 % siswa senang dengan cara guru menyajikan pelajaran dengan model Picture and Picture (PP), 100 %  siswa setujuh pada pembelajaran berikutnya guru menerapkan model Picture and Picture (PP), Rata-rata 85,71 % siswa merasakan ada kemajuan setelah diterapkan model Picture and Picture (PP). Dapat disimpulkan bahwa respon siswa positif terhadap model Picture and Picture (PP).
Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa model Picture and Picture (PP) dalam pembelajaran matematika khususnya Lingkaran efektif diterapkan pada siswa Kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
2.      Hasil Analisis Statistika Inferensial
a.      Uji Normalitas
Uji Normalitas dilakukan terhadap nilai siswa kelas VIII1 sebelum dan sesudah diterapkan Model Picture and Picture (PP) dengan tujuan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Seluruh perhitungannya dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer dengan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 20 dengan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov. Hasil analisis nilai pretes menunjukkan nilai P-value  yaitu 0,200  0,05 dan nilai posttest untuk menunjukan nilai  P-value  yaitu 0,096  0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa nilai pretes dan post-test termasuk kategori normal. Untuk data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D  hasil Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 20.
b.      Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian data adalah sama atau tidak. Perhitungannya dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer dengan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 20 dengan uji Levene’s Test. Hasil yang diperoleh adalah nilai P-Value = 0,252, oleh karena nilai P-Value > α yaitu  0,252 > 0,05  maka dapat disimpulkan bahwa kedua varians sama (varians data pretest dan posttest sama) dan bisa dilanjutkan kepengujian selanjutnya. Untuk data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D hasil Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 20.
c.       Uji Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan uji-t menggunakanPaired t-test (Uji-t berpasangan), dimana sebelumnya diadakan pengujian persyaratan hipotesis yang dirumuskan:
H0 : µB  =  0      melawan               H1 : µB  > 0
Dimana B = µpost - µpre
Keterangan:
µpre    = Parameter Skor  rata-rata hasil belajar sebelum diterapkan model Picture and Picture (PP).
µpost      =  Parameter Skor rata-rata hasil belajar sesudah diterapkan model Picture and Picture (PP).
Langkah-langkah uji hipotesis
a.       Menentukan tingkat signifikansi
Pengujian menggunakan uji pihak kanan dengan tingkat signifikansi atau . Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita mengambil resiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5%.
b.      Kriteria pengujian
H0 diterima jika P-value >0,05
H0 ditolak jika  P-value <0,05
c.       Maka dapat dilihat
Nilai P-value < yaitu 0,00 < yaitu 0,00 < 0,05 maka H0 ditolak.
d.      Menarik kesimpulan
Karena P-value< a  (0,00 < 0,005), maka H0 ditolak dan diterima. Untuk data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D hasil Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 20 uji paired samples test.
Dari analisis di atas maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitianModel Picture and Picture (PP) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika di kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala” diterima.
B.       Pembahasan
Dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh saudari Erni terjadi peningkatan nilai pada siklus I ke siklus II. Hal ini mencerminkan bahwa model Picture and Picture (PP) efektif diterapkan. Karena suksesnya diterapkan Model Picture and Picture (PP) maka saya melakukan hal yang sama pada penelitian saya yaitu dengan menerapkan model Picture and Picture (PP). 
Sebelum dan sesudah diterapakan model Picture and Picture (PP) diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah menggunakan model Picture and Picture (PP).  Hal ini dapat dilihat pada rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas VIII1 pada pretest = 50,10 dan setelah dilakukan posttest = 77,14. Peningkatan hasil belajar pada kelas ini baik setelah diterapkan model Picture and Picture (PP). Hasil analisis dekskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VIII1 sebelum diterapkan model Picture and Picture (PP) berada pada kategori sangat rendah  yaitu 52,38%, kategori rendah 33,33%, kategori sedang 9,52%, kategori tinggi 0%, kategori sangat tinggi 4,76%, dan skor rata-rata sebesar 50,10 dari skor ideal 100,00.
Sementara itu hasil belajar matematika siswa VIII1 sesudah diterapkan model Picture and Picture (PP) berada pada  kategori sangat rendah  yaitu 4,76%, kategori rendah 9,52%, kategori sedang 28,57%, kategori tinggi 42,85%, kategori sangat tinggi 14,28%, dan skor rata-rata sebesar  77,38 dari skor ideal 100,00 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6 Deskripsi Skor Hasil Belajar Matematika sebelum dan sesudah diterapkan  Model Picture and Picture (PP)

Statistik
Nilai Statistik
Pretes
Posttes
Ukuran Sampel
21
21
Nilai Terendah
17
50
Nilai Tertinggi
90
95
Nilai Rata-Rata
50,10
77,14
Deviasi Standar
16,377
11,892
Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada SMP Muhammadiyah 3 Bontoala, yaitu siswa dikatakan tuntas belajarnya jika hasil belajarnya telah mencapai skor 65. Sebelum diterapkan model Picture and Picture (PP) siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah sebanyak 3 orang dari jumlah keseluruhan 21 orang dengan persentase 14,28% sedangkan sesudah diterapkan model Picture and Picture (PP) siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah sebanyak 18 orang dari jumlah keseluruhan 21 orang dengan persentase 85,7%. dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa secara klasikal tuntas berarti bahwa model Picture and Picture (PP) efektif diterapkan pada siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
Selain hasil belajar siswa, diamati pula aktivitas siswa dan respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis data mengenai aktivitas siswa diperoleh informasi bahwa di atas 80% siswa melakukan aktivitas untuk setiap aspek yang telah dinilai. Aspek kategori aktivitas siswa yang dimaksud adalah siswa yang memperhatikan informasi dan mencatat seperlunya, aktif terlibat dalam tugas, aktif  berdiskusi dengan teman, mencatat apa yang disampaiakan oleh teman, mengajukan pertanyaan kepada teman, menjawab/menanggapi pertanyaan teman, dan memberi bantuan penjelasan kepada teman yang membutuhkan. Ini berarti indikator aktivitas siswa terpenuhi. Sedangkan pada respons siswa, diperoleh informasi bahwa di atas 80% siswa merespons positif yakni 85% siswa merespons positif dan 15% siswa yang merespons negatif, sehingga indikator respons siswa juga terpenuhi.
Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika sebelum dan sesudah diterapakan model Picture and Picture (PP). Hal ini ditunjukkan oleh nilai P-value <  yaitu 0,00 < 0,05 maka H0 ditolak. Perbedaan ini juga dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa kelas VIII1 dan ketuntasan belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Matematika dengan menggunakan model Picture and Picture (PP) efektif diterapkan pada siswa Kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.          Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
1.      Hasil belajar matematika siswa kelas VIII1 sebelum diterapkan  Model Picture and Picture (PP) memiliki skor rata-rata sebesar  50,10 dengan deviasi standar 16,377.
2.      Hasil belajar matematika siswa kelas VIII1 sesudah diterapkan  Model Picture and Picture (PP) memiliki skor rata-rata sebesar  77,14 dengan deviasi standar 11,892.
3.    Ditinjau dari ketuntasan belajar siswa, aktivitas siswa, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon positif siswa maka model Picture and Picture (PP) pada siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala efektif diterapkan pada mata pelajaran matematika khususnya Lingkaran.
B.           Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka penulis mengajukan saran :
1.   
44
44
Kepada pihak sekolah diharapkan dapat menggunakan model Picture and Picture (PP) dalam proses pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran matematika.
2.    Untuk mempermudah dalam pencapaian kompetensi dasar diharapkan kepada guru untuk menggunakan dan memilih model, pendekatan, dan metode yang relevan dengan pembahasan materi pelajaran.
3.    Bagi peneliti yang berminat mengembangkan lebih lanjut penelitian ini, diharapkan mencermati keterbatasan penelitian ini, sehingga penelitian selanjutnya dapat menyempurnakan hasil penelitian ini.