|
|
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peradaban suatu bangsa yang maju ditandai oleh
pendidikan yang maju pula. Namun, orientasi pendidikan di Indonesia cenderung
mengoptimalkan satu atau dua kecerdasan saja(matematika dan linguistik).
Fokusnya lebih pada otak sebelah kiri yang bertanggung jawab atas kompetensi
numerik dan bahasa, itu saja masih belum optimal. Penghargaan pun masih terpaku untuk dua kecerdasan itu saja.
Tapi ironisnya, dalam perkembangannya, salah satu dari kedua kecerdasan itu malah banyak menimbulkan
masalah dan perlu mendapat perhatian serius dari para ahli dan pendidik.
Berdasarkan dari hasil penelitian di Indonesia,
ditemukan bahwa tingkat penguasaan peserta didik dalam matematika pada semua
jenjang pendidikan masih sekitar 34%. Ini sangat memprihatinkan. Anggapan masyarakat,
khususnya di kalangan pelajar, matematika masih merupakan mata pelajaran sulit,
membingungkan bahkan sangat ditakuti oleh sebagian besar pelajar.Tahun 2000
lalu, International Association of Educational Evaluation in
Achievement (IEA) menerbitkan hasil survei prestasi
belajar matematika siswa di 42 negara. Indonesia masuk dalam urutan ke-40 untuk prestasi
belajar matematika. Ini menunjukkan bahwa mutu pendidikan kita memang sangat
mengkhawatirkan ( kompas, 2001).
|
1
|
Karena pentingnya matematika untuk dipelajari, penulis
mencoba menghadirkan nuansa baru dalam praktik pembelajaran matematika, yakni
dengan menerapkan model pembelajaran Picture
and Picture (PP).
Picture and
Picture adalah model pembelajaran yang menggunakan
gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis.Pembelajaran ini
memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Model
pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran.
Gambar- gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran, sehingga sebelum proses
pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam
bentuk kartu maupun dalam bentuk carta dalam ukuran besar. Kelebihan dari model
ini yaitu melatih siswa berpikir logis dan sistematis, pembelajaran lebih
menyenangkan bagi siswa, serta guru dapat mengetahui kemampuan masing-masing
murid. Selama ini hanya guru sebagai aktor dan seolah-olah
gurulah satu-satunya sumber belajar.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan
penelitian yang berjudul“Keefektifan
Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Picture and Picture (PP) Di Kelas VIII1
SMP Muhammadiyah 3 Bontoala’’.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas,
maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1.
Seberapa besar hasil belajar
matematika siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar
dengan menggunakan model Picture and
Picture (PP)?
2.
Bagaimanakah aktivitas siswa kelas
VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar dengan menggunakan
model Picture and Picture (PP)?
3.
Bagaimanakah respon siswa kelas
VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar dengan menggunakan
model Picture and Picture (PP)?
4.
Apakah model Picture and Picture (PP) efektif
diterapkan pada mata pelajaran matematika siswa kelas VIII1SMP
Muhammadiyah 3 Bontoala?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah
tersebut maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar
matematika siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar
dengan menggunakan model Picture and
Picture (PP).
2. Untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa
kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar dengan
menggunakan model Picture and Picture
(PP).
3. Untuk mengetahui bagaimana respon siswa
kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala yang diajar dengan
menggunakan model Picture and Picture
(PP).
4. Untuk mengetahui apakah model Picture and Picture (PP) efektif
diterapkan pada mata pelajaran matematika siswa kelas VIII1 SMP
Muhammadiyah 3 Bontoala.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang
diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :
1.
Bagi Guru
Melalui model
pembelajaran yang diterapkan, guru diharapkan memperoleh masukan tentang suatu
alternatif pembelajaran untuk meningkatkan aktifitas belajar matematika
sehingga bermanfaat untuk perbaikan dan peningkatan mutu mengajarnya.
2.
Bagi Siswa
Melalui model pembelajaran yang diterapkan, siswa diharapkan dapat
meningkatkan keterampilan dalam merumuskan masalah matematika, dan siswa akan
lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran.
3.
Bagi Sekolah
Dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan masukan yang
sangat berharga dalam rangka peningkatan aktifitas belajar matematika pada siswa kelas VIII1
SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
4. Bagi Peneliti
Merupakan bahan pembelajaran untuk bekal
kedepan sebagai calon pendidik dalam memperbaiki hasil belajar matematika.
KAJIAN PUSTAKA,
KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS
A. Kajian Pustaka
1.
Pengertian belajar
Pengertian belajar sudah banyak dikemukakan oleh para
ahli pendidikan. Anthony Robbins (Trianto, 2009:15) mendefinisikan
belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara sesuatu (pengetahuan) yang
sudah dipahami dan sesuatu (pengetahuan) yang baru. Dari definisi ini dimensi
belajar memuat beberapa unsur, yaitu: penciptaan hubungan, sesuatu hal
(pengetahuan) yang sudah dipahami, dan sesuatu (pengetahuan) yang baru.
Thursan Hakim (Hamdani, 2010: 21)
mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian
manusia, dan perubahan tersebut
ditampakan dalam bentuk peningkatan kualitas, dan kuantitas tingkah laku,
seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman,
keterampilan, dan daya pikir.
Cronbach (Riyanto,
2010: 5) menyatakan bahwa“Learning is shown by a change in behavior as a
result of experience (belajar itu merupakan perubahan perilaku sebagai hasil
dari pengalaman)’’. Menurut Cronbach bahwa belajar yang sebaik-baiknya adalah
dengan mengalami sesuatu yaitu menggunakan pancaindra.
|
6
|
|
6
|
2. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak
setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses
dari seseorang yang berusaha memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang
bersifat menetap. Dalam kegiatan belajar yang terprogram dan terkontrol yang
disebut kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, tujuan belajar telah
ditetapkan lebih dahulu oleh guru.
Bloom (Suprijono, 2009: 6) mengemukakan bahwa hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif
meliputi pengetahuan dan pemahaman. Domain afektif meliputi sikap. Domain
psikomotorik meliputi kecakapan dan sikap.
Hasil belajar juga dipengaruhi oleh intelegensi dan
penguasaan awal anak tentang materi yang akan dipelajari. Ini berarti bahwa
guru perlu menetapkan tujuan belajar sesuai dengan kapasitas intelegensi anak
dan pencapaian tujuan belajar perlu menggunakan bahan apersepsi, yaitu bahan
yang telah dikuasai anak sebagai batu loncatan untuk menguasai bahan pelajaran
baru. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh adanya kesempatan yang diberikan
kepada anak.
3.
Keefektifan Pembelajaran
Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang
diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar (Trianto, 2009: 20).
Menurut Tim Pembina Mata Kuliah Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya (1988)
dalam Lince (2001), bahwa efesisensi dan keefektifan mengajar dalam proses
interaksi belajar yang baik adalah segala daya upaya guru untuk membantu para
siswa agar bisa belajar dengan baik. Untuk mengetahui keefektifan mengajar, dengan
memberikan tes, sebab hasil tes dapat dipakai untuk mengevaluasi berbagai aspek
proses pengajaran.
Efektivitas dalam pembelajaran harus ditingkatkan demi
meningkatkan tujuan pendidikan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektifitas
belajar dalam rangka mencapai ketuntasan belajar, seorang guru harus pandai
dalam memilih metode yang digunakan.
Indikator keefektifan dari penelitian ini adalah:
1.
Hasil belajar siswa, diukur dengan
tes hasil belajar
Hasil belajar yang diperoleh siswa dalam
belajar matematika dengan menggunakan model picture
and picture( PP ). Hasil ini tercermin dari skor yang diperoleh siswa
dengan menjawab soal- soal pretest
dan posttest.
2.
Aktivitas siswa dalam kegiatan
pembelajaran, diukur dengan observasi.
Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran
diukur dari hasil observasi selama pengajaran menggunakan model picture and picture (PP).
3. Kemanpuan guru dalam mengelola pembelajaran
Kemampuan guru dalam mrngelola
pembelajaran diukur dengan lembar observasi aktivitas guru selama pengajaran
berlangsung.
4.
Respon siswa terhadap
pembelajaran, diukur dengan angket.
Respon siswa terhadap pembelajaran diukur
dengan pemberian angket untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran
dengan menggunakan model picture and
picture ( PP ).
4. Model Picture and Picture (PP)
Picture and
picture adalah suatu model pembelajaran yang
menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah model pembelajaran Picture and Picture :
1.
Guru menyampaikan kompetensi
yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran.
Di langkah ini guru diharapkan untuk menyampaikan apakah yang menjadi kompetensi
dasar mata pelajaran yang bersangkutan.Dengan demikian maka murid dapat
mengukur sampai sejauh mana yang harus dikuasainya. Di samping itu,
yang harus menyampaikan indikator-indikator ketercapaian
kompetensi dasar.Sehingga sampai di mana KKM yang telah ditetapkan dapat
dicapai oleh KD.
2.
Menyajikan materi sebagai
pengantar
Penyajian materi
sebagai pengantar sesuatu yang sangat penting. Dari sini guru
memberikan momentum permulaan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses
pembelajaran dapat dimulai dari sini karena guru dapat memberikan motivasi yang
menarik perhatian murid yang selama ini belum siap. Dengan Motivasi
dan tehnik yang baik dalam pemberian materi akan menarik minat murid untuk
belajar lebih jauh tentang materi yang dipelajari.
3.
Guru menunjukan/ memperlihatkan
gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
Dalam proses penyajian
materi, guru mengajar murid untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukkan oleh guru
atau temannya. Ingatlah bahwa jika dapat divisualkan kenapa harus pakai
kata-kata. Dengan picture atau gambar kita akan menghemat energi kita
dan murid akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan.
4.
Guru menunjuk atau memanggil
siswa secara bergantian untuk memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi
urutan yang logis.
Di langkah ini guru
harus dapat melakukan inovasi karena pertunjukan secara langsung kadang kurang
efektif dan murid merasa terhukum, salah satu cara adalah dengan undian
sehingga murid merasa harus menjalankan tugas yang harus diberikan.
Gambar-gambar yangsudah ada diminta oleh murid untuk diurutkan, dibuat atau
dimodifikasi, jika penyusunan bagaimana susunannya, jika melengkapi gambar mana
gambar atau bentuknya, panjangnya, tingginya,dan sudutnya.
5.
Guru menanyakan alasan atau
dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
Guru menanyakan alasan
atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Setelah itu, ajaklah murid
menemukan rumus, jalan cerita atau tuntutan kompetensi dasar dengan indikator
yang akan dicapai. Ajaklah sebanyak-banyaknya peran serta dan teman yang lain
untuk membantu sehingga proses diskusi dalam proses belajar mengajar semakin
menarik.
6.
Dari alasan atau urutan gambar
tersebut, guru menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai.
Dalam proses diskusi
dan pembacaan gambar ini guru harus memberikan penekanan-penekanan. Padahal ini
dicapai dengan meminta murid lain untuk mengulangi, menuliskan atau bentuk lain
dengan tujuan murid mengetahui bahwa hal tersebut penting dalam pencapaian
kompetensi dasar dan indikator yang telah ditetapkan.
7.
Kesimpulan/rangkuman
Kebaikan Model Picture and
Picture
a.
Guru lebih mengetahui
kemampuan masing-masing murid
b.
Melatih berpikir logis
dan sistematis
Kekurangan Model Picture and Picture
a.
Memakan
banyak waktu
b.
Banyak murid
yang pasif
B. LINGKARAN
a. Lingkaran dan Unsur-Unsurnya
1.
Pengertian lingkaran
Lingkaran adalah kurva tertutup sederhana yang merupakan tempat kedudukan titik-titik yang berjarak
sama terhadap sebuah titik tertentu. Titik tertentu tersebut dinamakan titik
pusat lingkaran.
2.
Unsur-Unsur Lingkaran
Ada beberapa
bagian lingkaran yang termasuk dalam unsur-unsur sebuah lingkaran di antaranya
titik pusat, jari-jari, diameter, busur, tali busur, tembereng, juring, dan
apotema. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian dan gambar berikut.
Gambar 2.1 Lingkaran yang berpusat di
titik O.
a. Titik Pusat
Titik pusat
lingkaran adalah titik yang terletak di tengah-tengah lingkaran.Pada Gambar 2.1, titik O merupakan
titik pusat lingkaran.
b.
Jari-Jari (r)
Seperti yang
telah dijelaskan sebelumnya, jari-jari lingkaran adalah garis dari titik pusat
lingkaran ke lengkungan lingkaran.Pada Gambar 2.1, jari-jari lingkaran
ditunjukkan oleh garis OA, OB, dan OC.
c. Diameter (d)
Diameter adalah
garis lurus yang menghubungkan dua titik pada lengkungan lingkaran dan melalui
titik pusat.Garis AB pada lingkaran O merupakan diameter
lingkaran tersebut. Perhatikan bahwa AB = AO + OB. Dengan
kata lain, nilai diameter merupakan dua kali nilai jari-jarinya, ditulis bahwa d
= 2r
d. Busur
Dalam lingkaran,
busur lingkaran merupakan garis lengkung yang terletak pada lengkungan
lingkaran dan menghubungkan dua titik sebarang di lengkungan tersebut. Pada
Gambar 2.1, garis lengkung AC (ditulis AC (), garis lengkung CB (ditulis CB ), dan garis lengkung AB (ditulis AB ) merupakan busur lingkaran O.
e. Tali Busur
Tali busur
lingkaran adalah garis lurus dalam lingkaran yang menghubungkan dua titik pada
lengkungan lingkaran.Berbeda dengan diameter, tali busur tidak melalui titik
pusat lingkaran O. Tali busur lingkaran tersebut ditunjukkan oleh garis
lurus AC yang tidak melalui titik pusat pada Gambar 2.1.
f. Tembereng
Tembereng adalah
luas daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh busur dan tali busur. Pada
Gambar 2.1, tembereng ditunjukkan oleh daerah yang diarsir dan dibatasi oleh
busur AC dan tali busur AC.
g. Juring
Juring lingkaran
adalah luas daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari
lingkaran dan sebuah busur yang diapit oleh kedua jari-jari lingkaran tersebut.
Pada Gambar 2.1, juring lingkaran ditunjukkan oleh daerah yang diarsir yang
dibatasi oleh jari-jari OC dan OB serta busur BC,
dinamakan juring BOC.
h. Apotema
Pada sebuah
lingkaran, apotema merupakan garis yang menghubungkan titik pusat lingkaran
dengan tali busur lingkaran. Garis yang dibentuk bersifat
tegak lurus dengan tali busur.Coba perhatikan Gambar 2.1 secara seksama. Garis OE merupakan garis apotema pada lingkaran O.
b. Keliling dan Luas Lingkaran
1)
Keliling lingkaran
Keliling lingkaran
adalah panjang lengkungan pembentuk lingkaran. Bagaimana menghitung keliling lingkaran? Misalkan, diketahui sebuah lingkaran yang terbuat dari kawat.
Keliling tersebut dapat dihitung dengan mengukur panjang kawat yang membentuk
lingkaran tersebut.Selain dengan cara di
atas, keliling sebuah lingkaran dapat juga ditentukan menggunakan rumus. Akan tetapi, rumus ini bergabung pada
sebuah nilai, yaitu
(dibaca phi). Nilai tersebut adalah 3,141592..... Inilah yang dimaksud dengan nilai
(phi). Jika dibulatkan dengan pendekatan,
diperoleh
= 3,14. Oleh
karena
maka nilai
juga dapat
dinyatakan dengan
=
. Maka diketahui bahwa
sehingga
keliling lingkaran dapat dinyatakan dengan rumus sebagai
berikut:
Dengan K = keliling lingkaran,
= 3,14 atau
d = diameter lingkaran.
r= jari- jari
Oleh karena panjang diameter adalah
dua kali panjang jari-jari maka K =
.d =
(2 .r)
sehingga
2)
Luas Lingkaran
Luas lingkaran
merupakan luas daerah yang dibatasi oleh keliling lingkaran. Coba kamu perhatikan Gambar 2.3. Daerah yang diarsir merupakan daerah lingkaran.
Gambar 2.3 lingkaran
Luas lingkaran
dapat dihitung menggunakan rumus umum luas lingkaran. Perhatikan uraian berikut. Misalkan, diketahui sebuah
lingkaran yang dibagi menjadi 16 buah juring yang sama bentuk dan ukurannya.
Kemudian, salah satu juringnya dibagi dua lagi sama besar. Potongan-potongan tersebut disusun sedemikian sehingga membentuk persegi panjang. Coba kamu amati
Gambar 2.4 berikut ini.
Gambar 2.4
lingkaran dan juring
Jika kamu amati
dengan teliti, susunan potongan- potongan
juring tersebut menyerupai persegi panjang
dengan ukuran panjang mendekati setengah keliling lingkaran dan lebar r sehingga
luas bangun tersebut adalah
Luas persegipanjang = p × l
=
keliling lingkaran × r
=
× (2
r) × r
=
×
Karena r
Jadi, luas daerah
lingkaran tersebut dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.
L
atau
Contoh soal :
Sebuah lingkaran
memiliki diameter 42 cm, tentukan:
a.
Jari-
jari
b.
Luas
lingkaran
Penyelesaian
Diketahui d = 42 cm
a.
Panjang jari-jari lingkaran
adalah setengah kali panjang diameternya.
b.
Untuk mencari luas lingkaran:
Jadi, luas lingkaran tersebut adalah
1386 cm2.
C. Kerangka Pikir
Setiap siswa mempunyai
kemampuan yang berbeda dalam proses belajar mengajar dan hal ini yang
menyebabkan tidak semua siswa mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dalam
proses pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu model pembelajaran
yang dianggap efektif dapat digunakan dalam pembelajaran matematika agar mencapai standar ketuntasan
belajar yang telah ditetapkan.
Sebagaimana diketahui bahwa
metode atau pendekatan pengajaran yang di gunakan oleh guru masih bersifat
konvensional yakni dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori yang
strategi mengajarnya lebih banyak diberikan melalui ceramah, sehingga siswa
sulit untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya yang karena hanya akan
terbatas pada apa yang diberikan oleh guru. Sehingga respons dan keaktifan
siswa dalam kegiatan pembelajaran berkurang yang dapat mempengaruhi hasil
belajarnya. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran yang dianggap bisa
meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa. Salah satu model
yang dapat digunakan yaitu model Picture
and Picture (PP).
Picture and
Picture (PP) diharapkan dapat
memotivasi siswa untuk meningkatkan respons, keaktifan dan hasil belajaranya.
Karena pada model ini siswa menempati posisi yang sangat dominan dalam proses
pembelajaran, dimana semua siswa diharuskan untuk selalu berusaha aktif dan
saling membantu dalam memahami dan menguasai materi yang sedang diajarkan
karena adanya sistem penilaian dari peningkatan individu yang menggunakan gambar-
gambar. Dengan demikian siswa dapat
termotivasi untuk lebih aktif, kreatif dan mandiri dalam proses belajar
mengajar.
D. Hipotesis Penelitian
Berangkat dari kajian teori, maka hipotesis dari
penelitian ini dapat dirumuskan sebagai ”model
Picture and Picture (PP) efektif diterapkan
dalam pembelajaran Matematika siswa
kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala”.
Dalam pengujian statistik, hipotesis tersebut dirumuskan
sebagai berikut :
H0 :
µB = 0 lawan H1 : µB > 0
Keterangan:
: Parameter skor rata-rata hasil
belajar sebelum (pretest) diterapkan model Picture and
Picture (PP).
: Parameter skor rata-rata hasil
belajar sesudah (posttest) diterapkan model Picture and
Picture (PP).
|
|
METODE PENELITIAN
A.
Jenis Penelitian
Penelitian
ini adalah penelitian eksperimen dengan melibatkan satu kelompok atau satu kelas yang
dikenal dengan desain pra eksperimental. Dengan tujuan
untuk mengetahui gambaran Keefektifan Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Picture and
Picture (PP) di Kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala. Gambaran yang dimaksud adalah hasil belajar,
aktivitas siswa, kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran, dan respon siswa.
B.
Variabel dan Desain Penelitian
1. Variable Penelitian
Variable yang diselidiki dalam
penelitian, yaitu hasil belajar siswa, aktivitas siswa yang diharapkan, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).
2. Desain Penelitian
Adapun jenis desain penelitian yang
digunakan adalah One Group Pretest-posttest
yang dikenal dengan desain pra
eksperimental.
|
20
|
Untuk jenis Desain Pra Eksperimental dapat dibuat dalam diagram tersebut
|
Pratest
|
Variabel Terikat
|
Posttest
|
|
O1
|
X
|
O2
|
Keterangan:
X : Perlakuan.
O1 :Sebelum diberikan perlakuan tentang model Picture and Picture (PP).
O2 : Setelah diberikan perlakuan tentang model Picture and Picture (PP).
C.
Populasi dan Unit Eksperimen
a.
Populasi
Adapun populasi dari penelitian ini
adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Bontoala pada tahun ajaran 2012/2013.
b.
Unit Eksperimen
Unit eksperimen penelitian ini adalah siswa kelas VIII1 sebanyak 21 orang yang terdiri dari
10 orang laki-laki dan 11 orang perempuan.
D.
Definisi Operasional Variabel
Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar
siswa, aktivitas siswa, kemampuan
guru mengelola pembelajaran, dan respons siswa kelas
VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala melalui model Picture and Picture (PP).
a.
Hasil Belajar Matematika
Hasil belajar matematika yang dimaksud dalam penelitian
ini adalah nilai akhir yang diperoleh setelah menjawab soal-soal tes hasil
belajar yang diberikan sebelum
mendapatkan pengajaran materi (pretest)
dengan menggunakan model Picture and
Picture (PP) dan setelah mendapatkan pengajaran
materi (posttest) dengan menggunakan model Picture
and Picture (PP) dalam jangka waktu tertentu pada siswa kelas VIII1
SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
b.
Aktivitas siswa.
Yang dimaksud
dengan aktivitas siswa adalah kegiatan siswa / proses aktif siswa dalam
melakukan suatu kegiatan pembelajaran dengan
menggunakan model Picture and Picture
(PP) dalam jangka waktu
tertentu pada siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
c.
Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran
Kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran
diukur dari lembar observasi untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran selama
proses belajar mengajar berlangsung.
d.
Respons siswa
Respons siswa yang dimaksudkan adalah pendapat siswa
terhadap pembelajaran matematika setelah
mendapatkan pengajaran materi dengan menggunakan model Picture and Picture (PP) dalam jangka waktu tertentu pada siswa
kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
E.
Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian secara garis
besar digunakan dalam dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan
penelitian.
1. Tahap Persiapan
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap
persiapan ini adalah sebagai berikut:
a.
Menelaah
materi yang akan diajarkan.
b.
Membuat
rencana
pembelajaranyang mencerminkan model Picture and Picture(PP).
c.
Membuat lembar observasi pengelolaan pembelajaran.
d.
Membuat
lembar observasi siswa untuk melihat aktivitas siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung.
e.
Membuat
angket respons
siswa mengenai tanggapan
siswa tentang kegiatan pembelajaran melalui model Picture and Picture (PP).
f.
Membuat tes hasil belajar dalam
bentuk essay untuk melakukan evaluasi.
2.
Tahap Pelaksanaan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap
ini adalah menjelaskan materi sesuai rencana pelajaran. Adapun langkah-langkah
yang dilakukan tahap ini sebagai berikut:
a.
Memberikan Pre-test diawal
pembelajaran (pertemuan pertama).
b.
Menyampaikan materi yang akan
diajarkan.
c.
Menyiapkan lembar observasi pengelolaan pembelajaran.
d.
Memberikan lembar
observasi siswa
kepada observeruntuk
melihat aktivitassiswa
pada saat proses belajar
mengajar berlangsung.
e.
Memberikan
angket respon
siswa mengenai tanggapan
siswa tentang kegiatan pembelajaran melalui model Picture and Picture (PP).
f.
Memberikan tes dalam bentuk essay untuk
melakukan evaluasi.
3.
Tahap Akhir
Kegiatan yang dilakukan untuk
tahap akhir adalah sebagai berikut:
a.
Mengolah data hasil penelitian.
b.
Menganalisis dan membahas data hasil penelitian.
c.
Menyimpulkan hasil penelitian.
F. Instrumen Penelitian
Adapun instrumen penelitian yang akan digunakan adalah sebagai
berikut:
1.
Tes belajar Pretest diberikan kepada siswa sebelum diterapkan model Picture and Picture (PP), posttest diberikan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa setelah menerapkan model Picture and Picture (PP).
2.
Lembar Observasi
digunakan untuk mengamati dan mencatat secara sistematis aktivitas belajar
matematika siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3
Bontoala.
3.
Lembar
observasi pengelolaan pembelajaran digunakan untuk
mengamati kemampuanguru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).
4.
Angket respon
siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang diberikan
dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).
G. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian
ini adalah:
1.
Tes hasil
belajar
Soal test digunakan untuk mengetahui
gambaran hasil belajar siswa sebelum diterapkan model (pretest) Picture and Picture (PP) dan setelah diterapkan model (posttest) Picture and Picture (PP).
2. Teknik observasi
Teknik observasi digunakan untuk
melihat keaktifan dan kehadiran siswa dalam proses pembelajaran serta untuk
mengetahui pengelolaan pembelajaran selama proses belajar mengajar berlangsung.
3. Kuisioner/Angket
Kuisioner merupakan teknik pengumpulan
data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuisioner digunakan untuk mengetahui
respon siswa terhadap proses pembelajaran matematika di kelas dengan model yang
diterapkan.
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a.
Analisis
Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif
digunakan untuk mendeskripsikan nilai hasil belajar matematika siswa, aktivitas siswa selama pembelajaran, kemampuan
guru mengelolapembelajaran, serta respon siswa terhadap pembelajaran matematika
dengan menggunakan model Picture and Picture (PP).
1.
Hasil
Belajar Matematika
Kriteria yang digunakan untuk
menentukan hasil belajar matematika adalah menurut standar kategorisasi Departemen Pendidikan Nasional (Misnawati, 2012) yang dinyatakan dalam tabel berikut:
Tabel 3.1.
Kategorisasi Standar Hasil Belajar Siswa
|
Interval
|
Kategori
|
|
0 – 54
55 - 64
65 - 79
80 - 89
90 – 100
|
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
|
(Misnawati,
2012)
Hasil belajar matematika siswa juga
diarahkan pada pencapaian hasil belajar secara individual dan klasikal.
Kriteria seorang siswa dikatakan tuntas apabila memiliki nilai paling sedikit 65 dari skor ideal 100
sesuai dengan KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang telah ditetapkan oleh
pihak sekolah, sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila minimal 80 % siswa di kelas tersebut telah mencapai skor
paling sedikit 65.
Tabel 3.2. Kategori Standar Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
|
Tingkat Penguasaan
|
Kategori Ketuntasan Belajar
|
|
0
65
|
Tidak tuntas
|
|
65
100
|
Tuntas
|
2.
Aktivitas
siswa
Analisis data aktivitas dilakukan
dengan menentukan frekuensi dan persentase frekuensi yang dipergunakan siswa
dalam pembelajaran matematika dengan model Picture and Picture (PP).
Kriteria keberhasilan aktivitas siswa
dalam penelitian ini adalah siswa dikatakan
aktif apabila persentase frekuensi indikator aktivitas siswa yang berkaitan
dengan kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan dari pertemuan I sampai
dengan pertemuan III, dan
aktivitas siswa yang tidak berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, menurun dari
pertemuan I sampai dengan pertemuan III.
3.
Kemampuan
guru mengelolah pembelajaran.
Data tentang kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dianalisis dengan
mencari rata-rata presentase tiap aspek dari beberapa pertemuan yang
dilaksanakan. Pengelolahan pembelajaran dikatakan efektif bila kemampuan guru
dalam mengelola pembelajaran telah mencapai kriteria baik.
4.
Respon
siswa
Data
tentang respon siswa diperoleh dari angket respon siswa terhadap pelaksanaan model Picture
and Picture (PP) dan selanjutnya dianalisis dengan mencari
presentase jawaban siswa untuk tiap-tiap pertanyaan dalam angket. Respon siswa
dianalisis dengan melihat presentase dari respon siswa.
b.
Analisis
Statistik Inferensial
Analisis statistik
inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan
uji-t. Namun sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan
uji normalitas dan homogenitas.
1.
Uji
Normalitas
Uji normalitas
merupakan langkah awal dalam menganalisis data secara spesifik. Uji normalitas
digunakan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan taraf signifikansi 5 % atau 0,05, dengan
syarat:
Jika Pvalue
0,05 maka distribusinya adalah normal
Jika
Pvalue < 0,05 maka
distribusinya adalah tidak normal
2.
Uji
Homogenitas
Uji
homogenitas dilakukan untuk menyelidiki variansi kedua sampel sama atau tidak. Data hasil belajar matematika
yang diperoleh dikatakan homogeny jika Pvalue >
.
|
|
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
A.
Hasil Penelitian
1.
Hasil
Analisis Statistik Deskriptif
Hasil penelitian ini menunjukan
deskripsi tentang efektivitas model pembelajaran Picture and Picture (PP) dalam pembelajaran matematika yang meliputi (1) hasil belajar
matematika (2) aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran (3) kemampuan guru mengelola pembelajaran dan (4) respon siswa tehadap pembelajaran matematika dengan model
pembelajaran Picture and Picture (PP).
a. Tingkat Hasil Belajar Matematika Siswa
Dari hasil analisis deskriptif sebagaimana
yang terlampir dalam lampiran D, maka statistik skor hasil belajar siswa pada kelas VIII1 sebelum dan
sesudah diterapkan model pembelajaran Picture
and Picture (PP) adalah sebagai
berikut:
i. Pretest
Tabel 4.1 Deskripsi
Skor Hasil Belajar Matematika sebelum diterapkan Model Picture
and Picture (PP)
|
Statistik
|
Nilai Statistik
|
|
|
Pretes
|
||
|
Ukuran
Sampel
|
21
|
|
|
Skor Ideal
|
100
|
|
|
Modus
|
55
|
|
|
Median
|
50,00
|
|
|
Rentang Skor
|
78
|
|
|
17
|
|
|
Nilai
Tertinggi
|
90
|
|
|
Nilai
Rata-Rata
|
50,10
|
|
|
Deviasi Standar
|
16,377
|
|
|
Koefisien
Variasi
|
32.68
|
Berdasarkan Tabel 4.1 diperoleh informasi bahwa hasil belajar dari 21 siswa memiliki skor
rata-rata 50,10 dari skor ideal 100.
Menurut kategori skor hasil belajar pada Bab III, skor rata-rata ini termasuk
dalam kualifikasi sangat rendah. Nilai modus sebesar 55 menunjukkan bahwa skor
ini merupakan skor dengan frekuensi terbanyak yaitu 5 orang siswa. Nilai
median sebesar 50,00
memberikan indikasi bahwa 11 orang siswa atau 52,38% siswa memperoleh skor hasil belajar sangat rendah, 7 orang siswa atau 33,33% siswa memperoleh
skor hasil belajar rendah, dan 2 orang siswa atau 9,52% siswa memperoleh
skor hasil belajar sedang. Adapun ukuran dispusi yang meliputi deviasi standar,
koefisien variasi dan rentang skor yang relatif sangat rendah menunjukkan bahwa
penyebaran skor hasil belajar siswa tidak terlalu jauh dari skor rata-rata.
Dengan perkataan lain penyebaran skor hasil belajar siswa cenderung bersifat
homogen dengan skor terendah 17 (kategori sangat rendah) dan skor tertinggi adalah 90 (kategori sangat tinggi).
ii. Post-test
Tabel 4.2 Deskripsi Skor Hasil Belajar Matematika setelah diterapkan
Model Picture and Picture (PP)
|
Statistik
|
Nilai Statistik
|
|
Pretes
|
|
|
Ukuran
Sampel
|
21
|
|
Skor Ideal
|
100
|
|
Modus
|
85
|
|
Median
|
80,00
|
|
Rentang Skor
|
45
|
|
Nilai
Terendah
|
50
|
|
Nilai
Tertinggi
|
95
|
|
Nilai
Rata-Rata
|
77,14
|
|
Deviasi Standar
|
11,892
|
|
Koefisien
Variasi
|
15,41
|
Berdasarkan Tabel 4.2 diperoleh informasi
bahwa hasil belajar dari 21 siswa memiliki skor rata-rata 77,14 dari skor ideal 100. Menurut kategori skor
hasil belajar pada Bab III, skor rata-rata ini termasuk dalam kualifikasi sedang, Nilai modus sebesar 85 menunjukkan bahwa skor
ini merupakan skor dengan frekuensi terbanyak yaitu 6 orang siswa. Nilai
median sebesar 80,00
memberikan indikasi bahwa 1 orang siswa atau 4,76% siswa memperoleh skor hasil belajar sangat
rendah, 2
orang siswa atau 9,52% siswa memperoleh skor hasil belajar rendah, dan 6 orang siswa atau 28,57% siswa memperoleh
skor hasil belajar sedang. Adapun ukuran dispusi yang meliputi deviasi standar,
koefisien variasi dan rentang skor yang relatif sangat rendah menunjukkan bahwa
penyebaran skor hasil belajar siswa tidak terlalu jauh dari skor rata-rata.
Dengan perkataan lain penyebaran skor hasil belajar siswa cenderung bersifat
homogen dengan skor terendah 50 (kategori sangat rendah) dan skor tertinggi adalah 95 (kategori sangat tinggi).
Berdasarkan
hasil di atas maka dapat diketahui terjadi peningkatan hasil belajar siswa dan
peningkatan signifikan. Nilai minimum pada pretest yaitu 17, setelah dilakukan post-test meningkat menjadi 50. Nilai maksimum
pada pretest yaitu 90 setelah dilakukan post-test
meningkat menjadi 95. Nilai rata-rata hasil belajar pada pretest yaitu 50,10 setelah dilakukan posttest
meningkat menjadi 77,14.
Jika hasil belajar matematika siswa dikelompokkan ke
dalam 5 kategori maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase berikut.
Tabel 4.3 Distribusi dan Persentase Skor Hasil
Belajar Matematika Siswa sebelum dan sesudah diterapkan Model Pembelajaran Picture and Picture (PP)
|
No
|
Skor
|
Kategori
|
Frekuensi
|
Persentase
|
||
|
Pretes
|
Posttes
|
Pretes
|
Posttes
|
|||
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
0-54
55-64
65- 79
80- 89
90-100
|
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
|
11
7
2
0
1
|
1
2
6
9
3
|
52,38%
33,33%
9,52%
0%
4,76%
|
4,76%
9,52%
28,57%
42,85 %
14,28%
|
Berdasarkan pada tabel 4.2 maka dapat diketahui bahwa
hasil belajar matematika siswa kelas VIII1 sebelum dan sesudah diterapkan Model Picture and Picture
(PP).
a)
Pretes
Setelah pretest terdapat 11 siswa atau (52,38 %) berada pada kategori sangat rendah, untuk kategori rendah terdapat 7 siswa atau (33,33 %), untuk kategori sedang terdapat2
siswa atau (9,52 %), untuk kategori tinggi terdapat 0 siswa atau (0 %), dan untuk kategori
sangat tinggi terdapat 1 atau (4,76 %).
Persentase
skor hasil belajar matematika siswa VIII1 sebelum diterapkan model Picture and Picture (PP)
atau Pretes dapat diamati dalam gambar histogram seperti yang ditunjukkan pada Gambar
4.1 halaman berikut:
Gambar 4.1 Histogram hasil
pretest
b)
Post-test
Setelah post-test terdapat
1 siswa atau
(4,76 %)
berada pada kategori sangat rendah, untuk kategori rendah terdapat2 siswa atau (9,52 %), untuk kategori sedang terdapat 6
siswa atau (28,57
%), untuk
kategori tinggi terdapat 9 siswa atau (42,85 %), dan untuk kategori sangat tinggi terdapat
3 siswa atau (14,28 %).
Persentase skor hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan Model Pembelajaran Picture and Picture (PP) atau Posttes dapat
diamati dalam gambar histogram seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.2
halaman berikut:
Gambar 4.2 Histogram hasil posttes
Berdasarkan
tabel 4.1 dan 4.2 dapat digambarkan bahwa dari 21 orang siswa kelas VIII1SMP Muhammadiyah 3
Bontoala yang dijadikan unit eksperimen penelitian pada
umumnya memiliki tingkat hasil pretes
belajar matematika dalam kategori sangat rendah 50,10 dari skor ideal 100,00 dan tingkat hasil posttes hasil belajar matematika dalam
kategori sedang 77,14 dari skor ideal 100,00.
b.
Aktivitas Siswa
Berdasarkan hasil
observasi aktivitas siswa pada kelas VIII1 melalui model pembelajaran Picture and Picture (PP)
selama pembelajaran diperoleh data
sebagai berikut.
a)
Pada pertemuan II dan III
kategori (1) rata- rata persentase aktivitas siswa
sebesar 92,85 %, sedangkan pada
pertemuan IV presentase aktivitas menurun menjadi 85,71 %.
b) Persentase aktivitas siswa pada pertemuan III dan IV kategori (2) sebesar 83,33 %.
c) Pada pertemuan IV kategori (3) menurun menjadi 33,33 %,
Untuk selengkapnya perkembangan aktivitas siswa pada pembelajaran Picture and Picture (PP) kategori (4, 5, 6, 7, dan 8) dapat dilihat pada lampiran D.
c. Aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran
Berdasarkan hasi lobservasi aktivitas guru
dalam pengelolaan pembelajaran pada kelas VIII1 melalui model Picture and Picture (PP ) selama pertemuan diperoleh
data
sebagai berikut:
Tabel 4.4 Hasil Analisis data
observasi aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran
|
Aspek
yang Diamati
|
Pertemuan
|
|
||||||||
|
II
|
III
|
IV
|
||||||||
|
Y
|
T
|
Y
|
T
|
Y
|
T
|
|||||
|
1. KEGIATAN
AWAL
|
|
|
||||||||
|
Fase 1 :Menyampaikan Tujuan danMemotivasi Siswa
|
||||||||||
|
a. Guru membuka pelajaran dengan memberi salam dan
mengecek kehadiran siswa.
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
b.
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin di
capai.
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
c. Guru
memberi memotivasi kepada siswa dalam
mengikuti pembelajaran.
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
2. KEGIATAN INTI
|
|
|||||||||
|
Fase 2 : Menyajikan Informasi
|
|
|||||||||
|
a. Guru memberikan
penjelasan tentang materi yang diajarkan
secara
ringkas.
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
b. Guru memperlihatkan gambar- gambar yang
berkaitan dengan materi.
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menanyakan hal- hal yang belum jelas diketahuinya.
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Fase 3 : Evaluasi
|
|
|||||||||
|
a. Guru mengevaluasi
hasil belajar tantang materi yang telah dipelajari oleh masing-masing siswa
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
1.
KEGIATAN AKHIR
|
|
|
||||||||
|
a. Gurumembimbing
siswa membuat kesimpulan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
b. Guru
mengingatkan siswa untuk mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuaan
berikutnya
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
c. Guru menutup pertemuan dengan salam.
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Jumlah
|
7
|
3
|
8
|
2
|
10
|
-
|
||||
|
Persentase
|
70 %
|
30 %
|
80 %
|
20 %
|
100 %
|
-
|
||||
Berdasarkan Tabel
4.4 terlihat bahwa hasil
analisis data observasi aktivitas guru dalam mengelolah pembelajaran pada pertemuan II persentase aktivitas guru sebesar
70 %, persentase aktivitas guru pada pertemuan III 80 % mengalami peningkatan 10 %, pada pertemuan IV menjadi 100 %, meningkat 20 %, terlihat bahwa aktivitas guru pada setiap pembelajaran
mengalami peningkatan.
d.
Respon siswa
Instrumen
yang digunakan untuk memperoleh data respon siswa adalah angket respon siswa.
Hasil analisis data respons siswa terhadap pelaksanaan Model Picture
and Picture (PP) yang
diisi oleh 21 siswa secara singkat ditunjukkan sebagai berikut.
Tabel 4.5 Hasil Analisis Data Respon Siswa Terhadap Pelaksanaan Model Picture and Picture (PP)
|
No
|
Aspek yang Direspon
|
Frekuensi
|
Presentase (%)
|
||
|
Positif (Ya)
|
Negatif (Tidak)
|
Positif (Ya)
|
Negatif (Tidak)
|
||
|
1.
|
Apakah kamu senang belajar matematika?
|
19
|
2
|
90,47
|
9,52
|
|
2.
|
Apakah pembelajaran dengan model pembelajaran Picture and Picture (PP) membuat
anda menjadi siswa yang aktif?
|
19
|
2
|
90.47
|
9,52
|
|
3.
|
Apakah pembelajaran dengan model pembelajaran Picture and Picture (PP) merupakan
hal yang baru dialami?
|
11
|
10
|
52,38
|
47,61
|
|
4.
|
Apakah kamu senang dengan cara guru menyajikan
pelajaran dengan pembelajaran Picture and Picture (PP)?
|
20
|
1
|
95,23
|
4,76
|
|
5.
|
Setujukah kamu jika
pada pembelajaran berikutnya guru menerapkan model pembelajaran Picture and
Picture (PP)?
|
21
|
0
|
100
|
0
|
|
6.
|
Apakah kamu merasakan ada kemajuan
setelah pembelajaran Picture and Picture (PP) diterapkan?
|
18
|
3
|
85,71
|
14,28
|
Berdasarkan Tabel 4.5, terlihat bahwa hasil analisis data respon siswa terhadap pelaksanaan model Picture
and Picture (PP) dalam
pembelajaran Lingkaran menunjukkan
bahwa rata-rata 90,47% siswa senang belajar matematika,
demikian pula rata-rata 90,47% siswa dengan model
Picture and Picture (PP) membuat anda menjadi
siswa yang aktif. Terdapat 52,38 % siswa dengan model
Picture and Picture (PP) merupakan hal yang
baru dialami, 95,23 % siswa senang dengan
cara guru menyajikan pelajaran dengan model Picture and Picture (PP), 100 % siswa setujuh pada pembelajaran berikutnya guru
menerapkan model Picture and Picture (PP), Rata-rata 85,71 % siswa merasakan ada kemajuan setelah diterapkan model Picture
and Picture (PP). Dapat disimpulkan
bahwa respon siswa positif terhadap model Picture and Picture (PP).
Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa model Picture and Picture (PP) dalam pembelajaran
matematika khususnya Lingkaran efektif diterapkan pada siswa Kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3 Bontoala.
2.
Hasil Analisis
Statistika Inferensial
a.
Uji Normalitas
Uji Normalitas dilakukan terhadap nilai
siswa kelas VIII1 sebelum dan
sesudah diterapkan Model Picture and Picture (PP) dengan tujuan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi
normal atau tidak. Seluruh perhitungannya dilakukan dengan menggunakan bantuan
komputer dengan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS)
versi 20
dengan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov. Hasil analisis nilai pretes
menunjukkan nilai P-value
yaitu 0,200
0,05 dan nilai posttest untuk menunjukan
nilai P-value
yaitu 0,096
0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa nilai pretes dan post-test termasuk kategori normal. Untuk data selengkapnya dapat
dilihat pada lampiran D hasil Statistical Package for Social Science
(SPSS) versi 20.
b.
Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui
apakah beberapa varian data adalah sama atau tidak. Perhitungannya dilakukan
dengan menggunakan bantuan komputer dengan program Statistical Product and
Service Solutions (SPSS) versi 20 dengan uji Levene’s Test. Hasil yang diperoleh adalah nilai P-Value = 0,252, oleh karena nilai P-Value > α yaitu
0,252 >
0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kedua
varians sama (varians data pretest
dan posttest sama) dan bisa
dilanjutkan kepengujian selanjutnya. Untuk data selengkapnya dapat dilihat pada
lampiran D
hasil Statistical Package for Social
Science (SPSS) versi 20.
c.
Uji Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan uji-t menggunakanPaired t-test (Uji-t berpasangan), dimana sebelumnya diadakan pengujian persyaratan hipotesis yang
dirumuskan:
H0 : µB
= 0 melawan H1 : µB > 0
Dimana B = µpost - µpre
Keterangan:
µpre = Parameter Skor
rata-rata hasil belajar sebelum
diterapkan
model Picture and Picture (PP).
µpost = Parameter Skor rata-rata
hasil belajar sesudah diterapkan model Picture
and Picture (PP).
Langkah-langkah uji hipotesis
a.
Menentukan tingkat signifikansi
Pengujian menggunakan uji pihak kanan dengan
tingkat signifikansi
atau
. Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita
mengambil resiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang
benar sebanyak-banyaknya 5%.
b.
Kriteria pengujian
H0 diterima jika P-value >0,05
H0 ditolak jika P-value
<0,05
c. Maka dapat dilihat
Nilai P-value <
yaitu
0,00 <
yaitu
0,00 < 0,05 maka H0 ditolak.
d.
Menarik kesimpulan
Karena P-value< a (0,00 < 0,005),
maka H0 ditolak dan
diterima. Untuk data selengkapnya
dapat dilihat pada lampiran D hasil Statistical Package for
Social Science (SPSS) versi 20 uji paired
samples test.
Dari analisis di atas maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian“Model Picture
and Picture (PP) efektif diterapkan dalam
pembelajaran matematika di kelas VIII1
SMP Muhammadiyah 3 Bontoala” diterima.
B.
Pembahasan
Dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh saudari Erni terjadi
peningkatan nilai pada siklus I ke siklus II. Hal ini mencerminkan bahwa model Picture and Picture (PP) efektif
diterapkan. Karena suksesnya diterapkan Model Picture and Picture (PP) maka saya melakukan hal yang sama pada
penelitian saya yaitu dengan menerapkan model Picture and Picture (PP).
Sebelum dan sesudah diterapakan model Picture and Picture (PP) diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa
setelah menggunakan model Picture and Picture (PP). Hal ini dapat dilihat pada rata-rata hasil belajar
matematika siswa kelas VIII1 pada pretest = 50,10 dan setelah dilakukan posttest = 77,14. Peningkatan hasil
belajar pada kelas ini baik setelah diterapkan model Picture
and Picture (PP). Hasil analisis dekskriptif
menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VIII1 sebelum diterapkan
model Picture and Picture (PP) berada pada kategori
sangat rendah yaitu 52,38%, kategori rendah 33,33%, kategori sedang 9,52%, kategori tinggi 0%, kategori sangat tinggi
4,76%, dan
skor rata-rata sebesar 50,10 dari skor ideal 100,00.
Sementara
itu hasil belajar matematika siswa VIII1 sesudah diterapkan model Picture and Picture (PP) berada pada
kategori sangat rendah yaitu 4,76%, kategori rendah 9,52%, kategori sedang 28,57%, kategori tinggi 42,85%, kategori
sangat tinggi 14,28%, dan skor rata-rata sebesar
77,38 dari
skor ideal 100,00 dapat dilihat pada
tabel berikut:
Tabel 4.6 Deskripsi Skor Hasil Belajar Matematika
sebelum dan sesudah diterapkan Model Picture
and Picture (PP)
|
Statistik
|
Nilai Statistik
|
|
|
Pretes
|
Posttes
|
|
|
Ukuran
Sampel
|
21
|
21
|
|
Nilai
Terendah
|
17
|
50
|
|
Nilai
Tertinggi
|
90
|
95
|
|
Nilai
Rata-Rata
|
50,10
|
77,14
|
|
Deviasi Standar
|
16,377
|
11,892
|
Berdasarkan kriteria
ketuntasan minimal (KKM) pada SMP Muhammadiyah 3 Bontoala, yaitu siswa dikatakan tuntas belajarnya jika
hasil belajarnya telah mencapai skor 65. Sebelum diterapkan
model Picture and Picture (PP) siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah sebanyak 3 orang dari jumlah keseluruhan 21 orang dengan persentase 14,28% sedangkan sesudah diterapkan model Picture and Picture (PP) siswa yang mencapai ketuntasan belajar
adalah sebanyak 18 orang dari jumlah keseluruhan 21 orang dengan persentase 85,7%. dapat
disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa secara klasikal tuntas berarti bahwa model Picture
and Picture (PP) efektif
diterapkan pada siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3
Bontoala.
Selain hasil belajar siswa, diamati pula
aktivitas siswa dan respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang terjadi.
Berdasarkan hasil analisis data mengenai aktivitas siswa diperoleh informasi
bahwa di atas 80% siswa melakukan aktivitas untuk setiap aspek yang telah
dinilai. Aspek kategori aktivitas siswa yang dimaksud adalah siswa yang
memperhatikan informasi dan mencatat seperlunya, aktif terlibat dalam tugas,
aktif berdiskusi dengan
teman, mencatat apa yang disampaiakan oleh teman, mengajukan pertanyaan kepada
teman, menjawab/menanggapi pertanyaan teman, dan memberi bantuan penjelasan
kepada teman yang membutuhkan. Ini berarti indikator aktivitas siswa terpenuhi.
Sedangkan pada respons siswa, diperoleh informasi bahwa di atas 80% siswa
merespons positif yakni 85% siswa merespons positif dan 15% siswa yang
merespons negatif, sehingga indikator respons siswa juga terpenuhi.
Hasil analisis inferensial menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika sebelum
dan sesudah diterapakan model Picture and Picture (PP). Hal ini ditunjukkan oleh nilai P-value <
yaitu 0,00 < 0,05 maka H0 ditolak. Perbedaan ini juga dapat dilihat dari
rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa kelas VIII1 dan ketuntasan
belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Matematika dengan menggunakan model Picture
and Picture (PP) efektif diterapkan pada siswa Kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3
Bontoala.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
1.
Hasil belajar matematika siswa
kelas VIII1 sebelum diterapkan Model Picture and Picture (PP) memiliki skor rata-rata sebesar
50,10 dengan deviasi standar
16,377.
2.
Hasil belajar matematika siswa
kelas VIII1 sesudah
diterapkan Model Picture and Picture (PP)
memiliki skor rata-rata sebesar 77,14 dengan deviasi standar 11,892.
3.
Ditinjau dari ketuntasan
belajar siswa, aktivitas siswa,
kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon
positif siswa maka model Picture and Picture (PP) pada siswa kelas VIII1 SMP Muhammadiyah 3
Bontoala efektif diterapkan pada mata pelajaran
matematika khususnya Lingkaran.
B.
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang
telah dikemukakan, maka penulis mengajukan saran :
1.
|
44
|
|
44
|
2. Untuk mempermudah dalam pencapaian
kompetensi dasar diharapkan kepada guru untuk menggunakan dan memilih model,
pendekatan, dan metode yang relevan dengan pembahasan materi pelajaran.
3. Bagi peneliti yang berminat mengembangkan
lebih lanjut penelitian ini, diharapkan mencermati keterbatasan penelitian ini,
sehingga penelitian selanjutnya dapat menyempurnakan hasil penelitian ini.