Sabtu, 23 Januari 2016

sejarah penemuan matematika mesir kuno

Dengan mengecualikan ilmu astronomi, matematika merupakan sains eksak tertua dan paling diminati oleh manusia dari generasi ke generasi. asal mula matematika sendiri sepertinya akan berada di balik misteri zaman kuno. kita sering kali mendengar bahwa dalam matematika segala sesuatunya akan selalu mengacu pada matematika yunani. kenyataanya, bangsa yunani sendiri mengungkapkan gagasan - gagasan tentang dari mana matematika berasal. salah satunya seperti yang digagas oleh aristoteles dalam karyanya yang berjudul metaphysic: "sains-sains matematis berasal dari mesir, karena disana kaum sekelas pendeta memiliki waktu luang yang cukup." Hal ini disebakan karena  sebagian perkembangan luarbiasa dalam matematika telah berlangsung bersamaan dengan keberadaan kaum sekelas pendeta tersebut yang mencurahkan waktunya untuk menguasai berbagai ilmu pengetahuan.pandangan yang lebih biasa menyebutkan matematika muncul karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. peradaban mesir membutuhkan aritmetika sederhana untuk melakukan transaksi dalam kegiatan berdagang mereka sehari-hari dan pemerintah membutuhkannya untuk menentukan pungutan pajak bagi penduduknya, untuk menghitung bunga pinjaman, untuk menghitung besarnya gaji, dan untuk menyusun kalender kerja. jika herodotus menyebut sungai Nil sebagai berkah mesir maka kita dapat menyebut geometri sebagai berkahnya yang kedua.  Karena banjir tahunan yang terjadi di lembah Nil maka diperlukan aturan perpajakan untuk menentukan berapa besar tanah yang bertambah atau berkurang.
Menurut sebagian besar catatan sejarah, geometri adalah ilmu yang pertama ditemukan di antara bangsa mesir dan berasal dari pengukuran luas tanah mereka. hal ini penting bagi mereka karena sungai nil meluap dan menghapus batas-batas antara tanah-tanah mlik mereka.
meski perhatian awal ditujukan pada matematika yang berdaya guna, pada akhirnya matematika menjadi suatu ilmu yang kemudian dipelajari secara mandiri. Aljabar pada akhirnya berkembang dari tekhnik-tekhnik perhitungan, dan geometri teoretis dimulai pada pengukuran luas tanah.
kebanyakan ahli sejarah mencatat dimulainya penemuan kembali sejarah kuno adalah pada saat dimulainya invasi Napoleon Banaparte pada tahun 1798 pada bulan April tahun tersebut. Napoleon berlayar dari Toulun bersama armada lautnya yang berjumlah 328 kapal dan mengangkut kuranglebih 38.000 serdadu di dalamnya. dia bermaksud menaklukkan mesir agar dapat menguasai jalur darat menuju wilayah taklukan inggis  yang kaya di India. Meski komandan AL inggris bernama Laksamana Nelson berhasil menghancurkan banyak armada perancis sebulan setelah serdadu mereka berhasil mendarat di Alexandria, penaklukan tersebut berlangsung selama 12 bulan berikutnya sebelum Napoleon meninggalkan kawasan tersebut dan bergegas kembali ke prancis. Meski demikian, bencana bagi pasukan prancis ini membawa serta kejayaan bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Napoleon bersama pasukan ekspidisinya membawa serta satu komisi ilmu pengetahuan dan seni, yang beranggotakan 167 ilmuwan terpilih, termasuk dua matematikawan Gaspart Monge dan Jean-Baptiste Fourier yang bertugas mengumpulkan informasi dengan meneliti tiap aspek kehidupan mesir pada masa-masa kuno dan zaman modern. rencana utama dari aktifitas tersebut adalah untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dunia tentang mesir, sambil mendinginkan keadaan akibat serangan militer prancis dengan cara menghilangkan perhatian mereka pada kehebatan budaya mesir.

Para ilmuwan anggota komisi tersebut ditangkap oleh pasukan inggris yang bermurah hati melepaskan mereka untuk kembali ke perancis dengan membawa serta catatan - catatan dan gambar-gambar karya mereka. ketika waktunya tiba, mereka menghasilkan karya yang monumental dengan judul Description de I'Egipte.  Karya ini ditulis dalam 9 seri teks folio dan 12 seri teks lempengan, yang diterbitkan selama lebih dari 25 tahun. Teks itu sendiri dibagi menjadi empat bagian yang secara berurutan membahas tentang peradaban mesir kuno, monumen-monumen yang mereka bangun, mesir modern, dan sejarah alamnya. Tidak ada sebelumnya catatan yang buat tentang negara asing dengan begitu lengkap, begitu akurat, begitu capat, dan dibuat pada kondisi-kondisi yang begitu sulit.
Description de I’egipte beserta kemewan dan ilustrasi-ilustrasinya yang luar biasa bagus, mendorong kekayaan dan budaya mesir kuno memasuki suatu masyarakat yang telah terbiasa dengan kekunoan yunani dan Romawi. Pemaparan mendadak terhadap bangsa yang sudah maju, yang lebih tua dari peradaban manapun menurut catatan sejarah, memunculkan ketertarikan yang  tinggi bagi kebudayaan dan komunitas ilmiah Bangsa Eropa. Yang membuat ketertarikan itu makin besar adalah kenyataan bahwa catatan-catatan sejarah pada peradaban awal ini ditulisdalam sebuah naskah yang tidak ada seorangpun yang mampu menerjemahkannya ke dalam salah satu bahasa modern. Invasi militer serupa yang dilakukan Napoleon akhirnya memberikan petunjuk literal terhadap masa lalu bangsa Mesir, ketika salah satu teknisinya menemukan Batu Rosetta dan kemudian mengungkap kemungkinan bahwa batu tersebut berguna untuk menerjemahkan tulisan hieroglif.
Sebagian besar pengetahuan kita tentang urutan matematika Mesir berasal dari dua papirus yang berukuran cukup besar, yang masing-masingnya dinamai dengan para pemilik dua papirus itu yaitu papirus Rhind dan Papirus Golenischev. Papirus yang disebut belakangan biasa disebut Papirus Moskow, karena ia dimiliki oleh museum seni murni di Moskow, Papirus Rhind dibeli di Luxor, Mesir, pada tahun 1858oleh orang Skotlandian yang bernama A. Henry Rhind, yan kemudian disumbangkan kepada museum inggris. Ketika kesehatan pengacara muda ini menurun drastis, ia mengunjngi wilayah Mesir yang beriklim lebih hangat dan menjadi arkeolog, yang memiliki spesialisasi dalam bidang penggalian makam-makam di Thebes. Di kota Thebes inilah pada reruntuhan bangunan kecil  di dekat Ramesseum, dikatakan bahwa papirus tersebut diteukan. 
Papirus Rhind ditulis dalam naskah Hieratik (bentuk kursif hieroglif yang lebih sesuai untuk penggunaan pena dan tinta) Pada sekitar 1650 SM. Oleh seorang penulis bernama Ahmes, yang meyakinkan kita bahwa papirus tersebut dibuat mirip karya awal dari Dinasti Kedua Belas, tahun 1849-1801 S.M. meski papirus tersebut bentuk aslinya merupakan gulungan dengan panjang 18 kaki dan tinggi 13 inci, ia tiba di Museum Inggris dalam dua bagian, dimana bagian tengahnya hilang. Mungkin papirus tersebut telah robek ketika dibentangkan oleh seseorang yang tidak memiliki keahlian dan memelihara dokumen rapuh seperti itu, atau mungkin ada dua penemu dan masing-masing meminta satu bagian. Dipandang dari segi manapun tampaknya bagian kunci dari papirus itu hilang selamanya bagi kita, hingga seseorang mendapatkan kesempatan untuk menemukan dan mengungkapkannya, yang kadang memang terjadi dalam dunia arkeologi. Sikitar empat tahun setelah Rhind melakukan pembelian terkenalnya, Edwin Smith sebagai seorang ahli bangsa Mesir asal Amerika, membeli apa yang dikiranya Papirus pengobatan. Papirus ini ternyata tipuan belaka, karena ia dibuat dengan menempelkan potongan-potongan  dari papirus lain pada sehelai gulungan model. Pada hari kematiannya tahun 1906, koleksi benda Mesir kuno milik Smith dipamerkan kepada masyakat sejarah New York pada tahun 1922, potongan dari gulungan model itu teridentifikasi sebagai  bagian dari papirus Rhind. Penguraian Papirus Rhind menjadi lengkap saat potongan-potongan yang hilang itu dibawa ke museum Inggris dan digabungkan pada kondisi yang semestinya. Rhind juga membeli naskah pendek yang ditulis di atas kulit, gulungan kulit matematika Mesir, pada saat yang sama dia membeli papirusnya, tetapi terlihat kondisinya yang sangat rapuh, gulungan tersebut  tetap tidak dulu diteliti selam lebih dari 60 tahun.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar